Kemendikbud akan Revisi Aturan KIP Kuliah 2022
beritapapua.id - Ilustrasi Kartu Indonesia Pintar (KIP). (Foto: Istimewa)

Aturan penerima Kartu Indoensia Pintar (KIP) untuk Kuliah tahun 2022 akan mengalami revisi. Revisi tersebut dilakukan untuk mengawal dan mendampingi pengelolaan KIP Kuliah agar semakin baik. Rencana revisi tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Abdul Kahar kepada kompas.com.

Revisi aturan KIP Kuliah tersebut didasari beberapa hal yang rinciannya sebagai berikut:

1. Jumlah Sasaran Penerima dan Pendaftar Berbeda Jauh

Pertama, jumlah sasaran penerima dan jumlah pendaftar yang jauh berbeda. Jumlah pendaftar KIP Kuliah sudah mencapai 758.300 orang hingga 16 Juni 2022. Namun, sasaran penerima KIP Kuliah Tahun 2022 hanya 185.000 mahasiswa.

2. Sasaran Penerima KIP Kuliah Tidak Sesuai Kuota

Adanya perbandingan yang jauh sekali antara jumlah sasaran penerima KIP Kuliah dengan jumlah siswa pemilik KIP jenjang dikdasmen.

“Jumlah siswa pemilik kartu KIP jenjang pendidikan menengah yang daftar itu ada sekitar 1,1 juta siswa, jauh sekali perbandingannya dengan jumlah sasaran penerima KIP Kuliah yang hanya 185.000,” kata Abdul Kahar.

Baca Juga: Kasus Penyakit Tidak Menular Terus Meningkat

Padahal, 50 persen dari target penerima KIP Kuliah itu adalah pemilik kartu KIP jenjang pendidikan menengah yang memang menjadi prioritas utama penerima KIP Kuliah. Dalam merespons berbagai persoalan itulah, kata Abdul Kahar, akan segera diterbitkan Persesjen tahun 2022 yang merupakan revisi atas Persesjen Tahun 2021.

3. Besaran KIP Kuliah

Kemendikbud membuat kategorisasi prodi menjadi tiga kategori berdasarkan akreditasi sejak tahun 2021, dikutip dari Indonesia Baik.

  • Prodi dengan akreditasi A, biaya pendidikan diberikan maksimal Rp12 juta per semester.
  • Prodi berakreditasi B maksimal Rp4 juta per semester
  • Prodi berakreditasi C maksimal Rp2,4 juta per semester.
4. Biaya

Biaya hidup bagi penerima KIP Kuliah Tahun 2021 disesuaikan dengan indeks harga daerah. Besaran biaya hidup yang diterima mahasiswa pemegang KIP Kuliah Merdeka ini dibagi ke dalam lima klaster daerah.

  • Klaster pertama sebesar Rp800 ribu
  • Klaster kedua sebesar Rp950 ribu
  • Klaster ketiga sebesar Rp1,1 juta
  • Klaster keempat sebesar Rp1,25 juta
  • Klaster kelima sebesar Rp1,4 juta
5. KIP Kuliah

Penerima KIP Kuliah harus merupakan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), atau bentuk lain yang sederajat yang akan lulus pada tahun berjalan atau lulus 2 tahun sebelumnya. Selain itu penerima juga harus memiliki potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan ekonomi yang didukung bukti dokumen yang sah. Terakhir, penerima harus lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru melalui semua jalur masuk Perguruan Tinggi dan diterima di PTN atau PTS pada Program Studi yang telah terakreditasi.