Kemendikbud Siapkan Kartu Indonesia Pintar bagi Calon Mahasiswa
beritapapua.id - Kemendikbud Siapkan Kartu Indonesia Pintar bagi Calon Mahasiswa - Fauzi

Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud) menghimbau kepada para siswa SMA/SMK/Sederajat yang akan lulus sekolah atau calon mahasiswa dari keluarga yang tidak mampu untuk segera mendaftarkan diri atau membuat Kartu Indonesia Pintar (KIP) melalui kip-kuliah.kemendikbud.go.id.

“Kami berharap adik-adik yang berminat untuk kuliah jangan berhenti hanya karena tidak ada dana. Bapak Presiden melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sudah menyiapkan sekitar 400ribu KIP Kuliah. Jumlah Tersebut termasuk KIP Kuliah regular maupun KIP Kuliah afirmasi” kata Sesditjen Pendidikan Tinggi, Paristiyanti, yang dikutip dari detik.com.

Kemendikbud berencana memperluas sasaran beasiswa pendidikan tinggi yang akan diberikan kepada 818 ribu mahasiswa melalui KIP Kuliah. Termasuk penerima bidik misi yang masih berlangsung sampai masa studi selesai. Pemerintah juga menargetkan penerimaan KIP Kuliah sejumlah 400 ribu penerima baru dan memberikan akses kepada pendidikan vokasi.

Baca Juga: Jangan Panik Hadapi Coronavirus, Kenali dan Cara Penanganannya

Syarat Pendafatan KIP Kuliah 2020

“Kemendikbud sering menyampaikan bahwa Pendidikan adalah investasi untuk negara kita di masa mendatang, karena itulah beliau berjuang dengan sepenuh hati sehingga kini sudah keluar Peraturan Menteri (Permen) yaitu Permendikbud Nomor 10 Tahun 2020 yang di dalamnya tentang Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah)” jelas Paristiyanti.

Adapun syarat untuk mendaftar Program KIP Kuliah 2020 adalah sebagai berikut:

  1. Penerima KIP KUliah adalah siswa SMA atau sederajat yang akan lulus pada tahun berjalan atau 2 tahun sebelumnya;
  2. Memiliki potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan ekonomi yang didukung bukti dokumen yang sah;
  3. Lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru, dan diterima di PTN atau PTS pada Prodi Akreditasi A atau B. Selain itu, dimungkinkan dengan pertimbangan tertentu pada Prodi dengan Akreditasi C.

Keterbatasan dibuktikan dengan kepilikan program bantuan nasional bentu KIP dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Bagi mahasiswa belum memiliki KIP atau orang tua/wali yang belum memiliki KKS, dapat diberikan bantuan biaya pendidikan setelah memenuhi persyaratan tidak mampu secara ekonomi sesuai dengan ketentuan.

Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Abdul Kahar, menyebutkan pemegang atau penerima program Indonesia Pintar di jenjang SMP, SMA, atau SMK tahun 2020 ada sekitar 3,7 juta siswa. Dari Jumlah tersebut, terdapat 1,1 juta penerima program Indonesia Pintar.

Dengan adanya KIP Kuliah diharapkan para calon Mahasiswa yang kurang mampu kini memiliki kesempatan lebih untuk terus melanjutkan pendidikannya ke jenjang selanjutnya, dan semoga saja program ini mampu menciptakan bebas  biaya pendidikan sampai Sarjana kedepannya untuk menciptakan tenaga professional.