Kemendikbudristek Dorong Pembelajaran Berbasis Proyek Talenta Digital
beritapapua.id - Wikan Sakarinto selaku Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi kementerian pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendorong agar pembelajaran. (Foto: Antara)

Wikan Sakarinto selaku Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi kementerian pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendorong agar pembelajaran dilakukan dengan berbasis proyek untuk menghasilkan talenta digital yang unggul.

“Untuk menghasilkan talenta digital yang unggul dan kompetitif, kami terus mendorong model pembelajaran yang berfokus pada project based learning (PBL) melalui Kurikulum Merdeka Belajar,” ujar Wikan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin, 30 Mei 2022.

Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi [(Ditjen Diksi)] Kemendikbudristek bekerja sama dengan PT. Learning X (LX) Internasional menyelenggarakan sebuah program yang bernama LearningX.

Dari program tersebut Wikan berharap bila Pendidikan vokasi bisa menciptakan generasi yang berjiwa wirausaha serta para ahli yang kompeten di bidangnya. Hal itu tentunya [didukung] dengan terobosan Merdeka Belajar, Kurikulum Merdeka, selaras dengan dunia industri, serta para pendidik dan pola pikir yang lebih maju.

Apa itu LearningX?

LearningX ini merupakan sebuah program edukasi yang [dikembangkan] oleh LX Internasional (Sebelumnya LG Internasional yang berasal dari Korea Selatan), sebagai sebuah solusi edukasi berbasis industri dengan skalabilitas yang tinggi dan berkelanjutan.

Sebagai Salah satu mitra Pendidikan vokasi, LX Internasional secara proaktif telah bekerja sama dengan berbagai satuan pendidikan vokasi di Tanah Air sejak tahun 2021.

Baca Juga: Kemenkes Terima Hibah 4 Alat Skrining Guna Cegah Stunting

Untuk menjalankan platform tersebut tidak terlalu sulit. [Ditambah], infrastruktur yang giat [dibangun] pemerintah akan memungkinkan banyak guru dan kepala sekolah di berbagai daerah dapat mengakses aplikasi LearningX dengan biaya yang relatif terjangkau.

“Saya harap LearningX bisa segera menambah mitra industrinya, sehingga hubungan antara sektor pendidikan dan industri tumbuh semakin subur,” tuturnya.

Melalui kerja sama dalam program LearningX, SMK sasaran kerja sama dapat menjadi contoh serta memberikan sumbangsih bagi SMK lainnya untuk segera melakukan langkah-langkah strategis guna mewujudkan link and match, hingga pada akhirnya mampu menjawab tantangan kerja dari seluruh SMK di Indonesia.

Sementara itu, [Direktur Utama] PT Learning X International, Choi Min menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan performa platfrom yang [ditawarkan] agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

“Kami ingin memberi sesuatu (bantuan) yang sifatnya lebih berumur panjang [dibandingkan] kerja sama dalam bentuk lain yang sifatnya sesaat saja,” kata Choi Min.

Choi Min menyebut bahwa tahun ini pihaknya menargetkan 30.000 siswa dapat merasakan manfaat dari aplikasi yang ia tawarkan.