Kemenkes Jamin Keamanan Data Aplikasi PeduliLindungi
beritapapua.id - Aplikasi PeduliLindungi oleh Kemenkes. (Dok. Kementerian Kesehatan)

Keamanan data pribadi masyarakat dalam aplikasi PeduliLindungi terbukti aman. Hal tersebut karena Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Chief Digital Transformation Office Kemenkes Setiaji menyebut bahwa Kemenkes secara berkala terus menjalin kerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN.

“Sampai saat ini secara berkala BSSN memeriksa keamanan sistem dan server kami [Kemenkes] guna mencegah terjadinya kebocoran data dan serangan siber lainnya,” ujar Setiaji, Senin (18/4/2022).

Menurutnya, BSSN telah menerapkan pengamanan berlapis, termasuk untuk aplikasi PeduliLindungi (PL). Setelah [diubah] menjadi superapp, PL nantinya juga akan [dipantau] BSSN guna menjaga keamanan data pribadi pengguna.

Peduli Lindungi Dengan Keamanan Aplikasi Berbasis Web dan Jaringan

Adapun, dalam melakukan perlindungan sistem dan aplikasi Kementerian Kesehatan, BSSN menerapakan teknik keamanan aplikasi berbasis web dan jaringan untuk menangkal serangan yang mungkin terjadi.

Setiaji menjelaskan, BSSN melaksanakan anomali traffic terhadap aplikasi PeduliLindungi yang tersimpan di pusat data nasional Kemenkominfo. Selain itu BSSN juga memasang sensor sehingga aplikasi PeduliLindungi bisa [dimonitor] dari kantor pusat operasi keamanan siber.

Baca Juga: Kemendikbud Berikan 3.000 Beasiswa D4 hingga S3

Dia juga menambahkan, untuk data yang telah terdaftar ke pihak ketiga akan masuk ke pusat data nasional milik Kemenkominfo.

“Sementara itu, untuk bisa masuk ke pusat data nasional harus melalui serangkaian audit terlebih dahulu sehingga keamanannya [dipastikan] terjamin dan sesuai standar keamanan yang berlaku,” Sjar setiaji.

Sebelumnya, menurut siaran pers di laman resmi Kemenkes pada 15 April 2022, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyangkal tuduhan yang mengatakan aplikasi PeduliLindungi [diduga] melanggar HAM dan privasi dengan mengambil informasi pribadi tanpa izin.

Dugaan tersebut termuat dalam laporan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat berjudul ‘2021 Country Reports on Human Rights Practices: Indonesia’, yang berada di laman resmi pemerintah Amerika.

Adapun menurut Kemenkes Sejak pertama kali rilis pada Maret 2020, aplikasi PeduliLindungi melalui fitur kewaspadaan telah berhasil melakukan upaya pencegahan pasien Covid-19 dan warga yang berisiko berkeliaran di tempat umum yang berkemungkinan besar dapat menulari warga lainnya.

Aplikasi tersebut sudah [diunduh] oleh lebih dari 90 juta orang dan telah membantu mencegah warga yang terinfeksi mengakses fasilitas dan tempat umum seperti pusat perbelanjaan, airport, pelabuhan, hotel, gedung perkantoran maupun café-café yang sering digunakan sebagai tempat nongkrong anak muda.