Kementerian PUPR Andalkan Skema KPBU Guna Kebut Pembangunan Infrastruktur
beritapapua.id - Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna. (Foto: Tribunnews)

Bukanlah sebuah rahasia bahwa pembangunan infrastruktur oleh Kementerian PUPR memerlukan anggaran yang cukup besar. Bahkan besarnya kebutuhan anggaran pembangunan tersebut tidak akan cukup bila sepenuhnya terbebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Karena dari itu, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah menggencarkan untuk mencari sumber pembiayaan baru untuk menutup kekurangan terhadap penggunaan APBN. Kementerian PUPR sendiri terus melakukan pembangunan infrastruktur dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa.

Creative Funding yang Menjadi Sumber Pendanaan

Melansir dari IDX Channel, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR Herry Trisaputra Zuna mengatakan salah satu creative funding yang menjadi sumber pendanaan adalah skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).

“Kita harus mengembangkan creative Financing oleh karena itu Kementerian PUPR selama ini menyiapkan berbagai proyek dengan skema yang melibatkan sektor swasta,” ujar Hery dalam Market Review IDX Chanel, Kamis (20/4/2022).

Baca Juga: Kemenkes Jamin Keamanan Data Aplikasi PeduliLindungi

Herry menjelaskan bahwa skema KPBU itu berbeda dengan kerjasama konvensional, yang mana ketika ada proyek langsung [dilelangkan] kemudian [dilepas] oleh pemenang lelang.

Sedangkan jika KPBU itu pihak swasta yang bekerja sama akan diberikan masa konsesi, yang dimana selama masa itu pihak swasta akan diberikan keleluasaan untuk mengelola, mengoperasionalkan, hingga memelihara proyek tersebut.

“Nanti setelah masa konsesi, itu tetap menjadi BMN (Barang Milik Negara) pemerintah,” sambung Herry.

Herry menjelaskan bahwa skema KPBU bukan bersifat privatisasi, artinya proyek tersebut akan menjadi milik pemerintah, bukan milik swasta jika masa konsensinya sudah habis. “Itu mekanisme KPBU secara garis besar,” pungkas Herry.