Kementerian PUPR Anggarkan 60 Miliar Untuk Pembangunan Rest Area Gunung Mas
beritapapua.id - Potret rest area Gunung Mas Puncak. (Dok. Kementerian PUPR)

Anggaran sebesar Rp 60 miliar telah dihabiskan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan rest area gunung mas. Rest area tersebut dibangun dengan tujuan untuk penataan PKL dan ekonomi mikro di sepanjang jalan raya puncak, serta sebagai peningkatan kawasan agrowisata gunung mas.

Dikutip dari Nasional Kontan, kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jabar, Ditjen Cipta Karya Oscar R. H Siagian, ST mengatatakan, akan terdapat beberapa fasilitas di dalam rest area gunung mas. Fasilitas yang ada cukup lengkap mulai dari masjid hingga posko bencana.

“Kenapa terdapat posko bencana? Karena daearah ini merupakan daerah rawan bencana, jadi kita lengkapi posko bencana sebagai bagian dari fasilitas rest area,” tambah Oscar dalam media gethering di Bogor Kamis, 24 Maret 2022 lalu.

Fasilitas dalam Rest Area Gunung Mas

Di rest area tersebut terdapat 516 calon kios PKL yang tertata menggunakan konsep zonasi. Konsep tersebut akan membedakan antara pedagang basah dan pedagang kering. Fasilitas lainnya adalah 3 area parkir yang disediakan agar dapat menampung hingga 1.000 mobil dan juga fasilitas posko bencana.

Selain itu, di sana juga terdapat masjid seluas 576 meter persegi dan plaza pandang seluas 572,27 meter persegi. Selanjutnya area meeting point untuk evakuasi pengunjung jika terjadi bencana, taman atau ruang terbuka hijau dan amfiteater.

Pembangunan rest area juga mencakup kolam retensi seluas 2.041 meter persegi, Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) serta toilet modern. Di rest area tersebut dibangun juga 28 unit toilet untuk perempuan, 22 unit toilet untuk laki-laki, 19 unit urinoir, 26 unit wastafel untuk mendukung penyediaan air bersih dan sanitasi.

Baca Juga: Bulan April, Minyak Dunia Diprediksi Sentuh US$130

Oscar menjelaskan, proyek tersebut merupakan proyek kolaborasi antara pemerintah pusat, kementerian bupr dan pemerintah pusat.

“Dan satu lagi ini lahan yang dikerjasamakan merupakan lahan ptpn 8 dengan pemerintah kabupaten bogor,” tambah Oscar yang dikutip dari Nasional Kontan.

Sementara itu, rest area ini rencananya akan dibuka bertepatan dengan ulang tahun pemerintah kkabupaten bogor Juni mendatang.

“Kami sendiri berharap bisa segera dilakukan launching nya, tapi memang karena ada yang perlu disiapkan mengenai pengelolaanya dll jadi kita menunggu pemerintahan kabupaten bogor,” Tutup Oscar.