Kenapa Jalanan Indonesia Cepat Rusak?
Jalan rusak di Jalan Raya Tegar Beriman, kawasan Cibinong (foto : tribunnews)

Bukan barang rahasia jika kita menemukan jalanan rusak pada kota-kota besar. Jangankan jalan kecil, jalan utama saja kerap berlubang dan bergelombang. Bahkan, jalan tol pun demikian. Lantas, kenapa jalanan Indonesia jarang sekali ada yang mulus?

Hal ini punya beberapa sebab. Mengutip kompas, ada 3 alasan mengapa jalanan Indonesia sulit untuk mulus. Staf Ahli Bidang Keterpaduan Pembangunan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ahmad Gani Ghazali menjelaskan hal tersebut.

Pertama, intensitas hujan wilayah Indonesia yang tinggi. Hal ini menyebabkan jalanan cepat lapuk dan mudah berlubang. Kemudian, sistem drainase yang buruk membuat jalanan lebih lama tergenang air.

Baik jalan nasional atau jalan tol, Ahmad Ghazali menyebutkan bahwa sistem drainasenya buruk. Hal ini terjadi karena sistem drainase harus tertutup oleh gedung-gedung perkotaan.

Selanjutnya, alasan jalanan Indonesia kerap rusak adalah mobil yang melintasi jalanan tersebut kelebihan muatan. Kendaraan ini memiliki sebutan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang biasanya bertugas sebagai kendaraan logistik.

Gani menyebut, negara lain seperti Singapura dan Dubai tidak memiliki ODOL yang melewati jalan umum. Kendaraan yang tergolong sebagai ODOL ini melebihi kapasitas sehingga membuat jalanan cepat rusak.

“Di sana itu ODOL tidak ada, tidak ada truk yang sumbu satu, itu muatannya di atas 8,2 ton, jadi beban sumbunya tidak melebihi dari 8,2 ton,” jelas Gani, mengutip kompas.

Anggota Komisi V DPR, Bambang Suyadi, turut setuju dengan pendapat tersebut. Menurutnya, kapasitas jalanan Indonesia hanya mampu menanggung berat 8 hingga 10 ton saja.

Namun kenyataannya, masih banyak kendaraan dengan muatan lebih melintas.

“Faktanya, kendaraan dengan beban sampai 35 ton ini kita temukan di jalanan. Ini masalahnya. Belum lagi upaya antisipasi dengan adanya jembatan timbang belum efektif,” ungkapnya, mengutip ekonomi.bisnis.

Benarkah Hujan Mampu Merusak Jalan?

Selain ODOL dan drainase, hujan adalah salah satu penyebab alamiah yang membuat jalan rusak. Berdasarkan penyataan Gani, maka semakin tinggi curah hujan, maka semakin cepat pula jalanan akan rusak. Lantas, benarkah demikian?

Baca Juga : Bolehkah Makan Makanan dengan Campuran Khamr?

Esti Lungit Widyarini, staff teknik di PT. Trans-Jawa Paspro Jalan Tol, menyebut hujan memang mampu merusak jalan. Hal ini karena air memiliki sifat pelarut. Artinya, air tersebut dapat saja melarutkan partikel atau materi jalanan.

Misalnya, dalam jalanan aspal ada kerikil, pasir, dan bahan tambahan lainnya. Ketika hujan turun, maka materi tersebut akan mudah hanyut bahkan larut. Namun, pokok permasalahannya bukanlah pada curah hujan yang tinggi.

Esti menyebut bahwa drainase merupakan aspek penting dari pencegahan kerusakan jalan oleh hujan. Bahwa, ia menyebut air harus segera mengalir. Jika terlalu lama menggenang, maka jalanan akan lebih mudah rusak.

Caranya, air tersebut akan meresap pada pori-pori jalanan dan membuat lapisan tanah jenuh air. Sehingga, lapisan tanah akan menjadi seperti bubur. Hal ini tidak hanya menyebabkan jalan berlubang.

Lebih parah, tanah akan bergelombang seperti akan ambruk. Ketika lapisan tanah yang sudah lembek ini sering dilalui kendaraan, maka lama-kelamaan jalan akan rusak. Dengan demikian, hujan memang mampu merusak jalanan.

Namun, hal ini akan semakin parah jika jalanan tidak punya sistem drainase yang baik. Terlebih, jika pengembang jalan tidak memperhatikan struktur tanah pada jalanan tersebut. Misalnya, pengembang membangun jalan pada tanah lempung. Maka, jalanan akan tidak stabil atau bergelombang.