Kendala Pendidikan Anak Pedalaman Papua Di Tengah Pandemi
Beritapapua.id - Kendala Pendidikan Anak Pedalaman Papua Di Tengah Pandemi - Suara Papua

Kendala Pendidikan Anak Pedalaman Papua Di Tengah Pandemi – Pandemi Covid-19 mengharuskan orang-orang untuk tetap melaksanakan aktivitas dari rumah. Termasuk pelaksanaan proses pendidikan anak pun dari rumah.  Sayangnya proses pembelajaran jarak jauh dari rumah tidak relevan bagi anak-anak Papua, terutama anak-anak pedalaman. Karena terbatasnya sinyal internet untuk bisa melakukan koneksi ke aplikasi belajar.

Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua menyebutkan 66 persen wilayah Papua belum terakses jaringan internet. Kepala DPPAD Papua, Christian Sohilait menuturkan kendala ini telah diinformasikan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Harapannya, anak-anak yang tak mendapatkan akses jaringan internet bisa mendapatkan fasilitas belajar seperti siswa lainnya.

“Jika hal ini tak diperhatikan, maka ketertinggalan pendidikan di Papua masih akan terjadi. Hal ini sangat diperlukan, sebab saat ini sudah tejadi kesenjangan kualitas pendidikan antara pelajar di wilayah perkotaan dengan yang ada di pedalaman Papua,” jelas Christian.

Christian menuturkan Ia tetap mendesak pemerintah pusat untuk memperhatikan siswa khususnya yang ada pada daerah pedalaman Papua yang tidak terjangkau fasilitas. Christian berharap jika pemerintah pusat memberikan memberikan tunjangan operasional kepada guru pedalaman Papua. Termasuk untuk perangkat penunjang aktivitas belajar mengajar.

Baca Juga: Spesies Tumbuhan di Papua Terbanyak di Dunia

Pelajar Kabupaten Yalimo Tidak Menikmati Internet Gratis

Kendala Pendidikan Anak Pedalaman Papua Di Tengah Pandemi
Beritapapua.id – Kendala Pendidikan Anak Pedalaman Papua Di Tengah Pandemi – Detik

Pelajar dari pedalaman Papua, khususnya Kabupaten Yalimo tidak menikmati internet gratis. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Yalimo, Nahor Nekwek, menyebutkan program kementerian untuk menunjang proses belajar mengajar itu kemungkinan bisa diterapkan di wilayah Indonesia bagian lain. Tetapi tidak untuk di wilayah Yalimo, termasuk beberapa kabupaten di pegunungan tengah Papua.

“Sesungguhnya sistem ini yang berlaku di Indonesia bagian Barat dengan Tengah. Tetapi kalau kami di Timur, harus ada sistem atau cara lain,” katanya.

Nahor mengharapkan adanya program khusus dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bagi daerah-daerah yang hingga kini tidak memiliki layanan internet. Supaya pemerataan itu dirasakan semua orang, khususnya anak ada di pedalaman Papua.

Akses internet untuk kabupaten pada dearah pegunungan tengah Papua memang masih menjadi persoalan. Terkait sulitnya mengakses internet dengan baik untuk masyarakat umum. Hingga kini masyarakat umum, termasuk pelajar belum menikmati layanan program Palapa Ring yang sudah diuji coba Maret 2020.