Kepolisian Catat Penurunan Angka Kejahatan Di Pertengahan 2020
beritapapua.id - Kepolisian Catat Penurunan Angka Kejahatan Di Pertengahan 2020 - Kompas

Kepolisian Catat Penurunan Angka Kejahatan Dipertengahan 2020 – Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) dalam datanya pada pekan ke-24 dan ke-25 2020 menunjukkan bahwa angka kriminalitas yang terjadi di Indonesia menngalami penurunan jika  dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Angka penurunan yang terjadi ini mencapai ratusan kasus jika dibandingkan dengan data yang diperoleh pada minggu sebelumnya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono yang dikonfirmasi pada Selasa, 23 Juni 2020 mengklaim bahwa terjadi penurunan tindak kejahatan dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sebesar 9,35 persen. Dengan rincian terdapat 5.876 kasus di pekan ke-24 tahun 2020 dan 5.326 kasus pada pekan ke-25. Angka Kejahatan mengalami penurunan sebanyak 514 kasus.

Awi Setiyono menjelaskan bahwa ada lima jenis kejahatan yang terjadi selama periode tersebut. Pertama yang disebutkan yaitu pencurian dengan pemberatan (curat) yang menurun sebanyak 168 kasus atau 24,24 persen sehingga totalnya menjadi 525 kejadian di pekan ke-25. Dimana pada minggu ke-24 sebanyak 693 kasus. Jenis kejahatan kedua yang juga mengalami penurunan adalah kasus penyalahgunaan narkotika. Pada pekan ke-24 sebanyak 743 kasus mengalami penurunan 74 kasus atau 9.95 persen di pekan ke-25 dengan 669 kasus. Ketiga adalah kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), khususnya roda dua. Kasus curanmor mengalami penurunan sebesar 29,20 persen menjadi 160 kasus pada pekan ke-25 dari total 266 kasus di pekan sebelumnya. Sementara tindak pidana berikutnya yang menempati urutan keempat adalah Kasus penggelapan.

Baca Juga: IKBD-KLPW3 Gelar Seminar Sehari dan Mubes di Jayapura

Angka Kejahatan Perjudian Mengalami Penurunan Tertinggi

Data Polri menyebutkan pada Pekan ke-24 tercatat 421 kasus. Pekan berikutnya hanya 362 kasus atau mengalami penurunan sebanyak 59 kasus atau 14,01 persen. Pada periode tersebut, penurunan tertinggi terjadi pada kasus perjudian. Pada pekan ke-24, tercatat sebanyak 104 kasus perjudian dan menurun yang menurun 53 kasus atau sebesar 50,96 persen di pekan berikutnya menjadi 51 kasus.

Kendati demikian, Awi tidak membeberkan faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan terhadap angka kriminalitas tersebut. Namun, lebih lanjut pihak Kepolisian akan melakukan pemberdayakan terhadap petugas keamanan yang ada di masing-masing perumahan dan kawasan sekitarnya untuk melakukan kegiatan berjaga secara rutin.

Selain itu, polisi dan TNI juga melaksanakan patroli bersama. Dengan harapan dari adanya kehadiran TNI dan polisi di lapangan, kesempatan pelaku dalam melakukan tindak kejahatan dapat berkurang dan mengurungkan niatnya.