Kepolisian Papua Ringkus Produsen Minuman Keras di Mimika
beritapapua.id - Kepolisian Papua Ringkus Produsen Minuman Keras di Mimika - Seputar Papua

Kepala Kepolisian Daerah Papua, Inspektur Jenderal Polisi Paulus Waterpauw terus menekan peredaran minuman keras buatan masyarakat. Ia memerintahkan Kepala Polres Mimika, AKBP IGG Era Adhinata untuk memberantas peredaran serta pembuatan minuman keras tersebut. Aparat melakukan penggerebekan pada produsen lokal pada Minggu, (21/06/2020).

“Kapolres dan jajaran bersama perangkat desa yang ada di sini harus serius menangani pembuatan minuman lokal ini yang memicu terjadi kekacauan di Timika,” ujar Waterpauw, dikutip dari Antara, (21/06/2020).

Selain menjadi salah satu penyebab kejahatan, minuman keras yang disebut sopi ini dinilai berbahaya. Irjen Waterpauw mengatakan bahwa kandungan alkohol dan etanol dalam sopi tidak terukur. Ini disebabkan oleh pembuatannya yang asal-asalan tanpa takaran.

“Sudah banyak kasus orang minum sopi bisa sampai buta. Bahkan, ada yang mati karena kadar alkohol dan etanolnya tidak terukur. Karena itu, tidak di mana-mana banyak orang mabuk yang selalu membuat keributan dan keresahan,” jelasnya.

Baca Juga: Positif Covid-19 di Papua Barat Total 224 Kasus

Partisipasi Masyarakat dan Perangkat Desa untuk Memberantas Minuman Keras

Pemberantasan sopi perlu melibatkan segala elemen masyarakat, termasuk perangkat desa. Produksi sopi yang biasanya dilakukan di dalam hutan kerap menyulitkan aparat penegak hukum untuk melakukan tindak pencegahan.

Polisi berhasil membekuk produsen yang bersembunyi di kawasan hutan dekat Kampung Kaugapu, Distrik Mimika Timur. Pelaku berinisial MW (28) memproduksi 20 liter sopi dalam sehari dengan keuntungan berkisar 2 juta rupiah. Dengan jumlah tersebut, MW mengaku mendapatkan profit yang menjanjikan.

Adapun polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa pipa, delapan drum, sekop, tali tambang, 20 jerigen ukuran; 5 liter, 10 liter dan 20 liter.

Baca juga: Rencana Pembangunan Jembatan Kwawi-Mansinam

“Harga jual satu botol kecil di kampung sekitar Rp. 50.000. Tapi kalau sudah sampai Timika harganya bisa berkali-kali lipat. Apalagi yang ukuran besar seperti jerigen lima liter. Keuntungannya bisa sampai 10 kali lipat,” ungkap Waterpauw.

Kepala Kampung Hiripau dan Kepala Kampung Kaugapu ikut bersama aparat dalam penggerebekan produsen sopi tersebut. Ini dilakukan sebagai bentuk kerjasama masyarakat dalam memberantas minuman keras ilegal.

Diketahui bahwa sopi merupakan minuman keras beralkohol golongan C. Minuman beralkohol buatan masyarakat itu mengandung alkohol dan etanol di atas 45 persen.