Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Beritapapua.id - Kesehatan dan Keselamatan Kerja Industri Migas

Health, Safety, and Environment (HSE) atau yang lebih dikenal dengan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan salah satu training ataupun pelatihan yang sangat penting dan harus diperhatikan dalam industri minyak dan gas. Sebagai industri berat, industri minyak dan gas bumi memiliki berbagai potential hazard yang dapat mengganggu kesehatan dan keselamatan pekerja.

Oleh karena itu, perlu diadakan berbagai upaya dan persiapan untuk mengatasi berbagai potential hazard di tempat kerja, supaya keselamatan dan kesehatan pekerja dapat terus terjaga, dan produktivitas pekerja pun semakin meningkat.

Pemaksimalan potensi Migas juga dapat tercipta dengan memperkuat sektor keselamatan dan keamanan kerja pada sektor Hulu. Acuan dasar terlihat jelas pada UU No.1 tahun 1970 tentang Kesehatan serta Keselamatan Kerja; Peraturan Menteri Tenaga Kerja No: PER.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja, hingga Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 315/Menkes/SK/III/2003 tentang komite kesehatan serta keselamatan kerja sektor kesehatan.

Baca juga: Bahaya Fisik Yang Mengintai Pekerja Industri Migas

SDM bagi industri khususnya sektor Migas ibarat aset yang berharga dan perlu dijaga karena kehilangan satu tenaga kerja profesional akibat kecelakaan kerja sebuah kerugian besar bagi industri Migas. Terlebih karyawan sektor Hulu Migas akan selalu berhadapan dengan alat-alat berbahaya dan kondisi lingkungan kerja yang dapat mengancam keselamatan serta kesehatan kerja.

UU Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Undang-Undang No. 22 tahun 2001 mendefinisikan minyak bumi sebagai hasil proses alami berupa hidrokarbon yang dalam kondisi tekanan dan temperatur atmosfer berupa fasa cair atau padat, termasuk aspal, lilin, mineral atau ozokerit, dan bitumen yang diperoleh dari proses penambangan, tetapi tidak termasuk batu bara atau endapan hidrokarbon lain yang berbentuk padat yang diperoleh dari kegiatan yang tidak berkaitan dengan kegiatan usaha minyak dan gas bumi. Sementara, gas bumi merupakan hasil proses alami berupa hidrokarbon yang dalam kondisi tekanan dan temperatur atmosfer berupa fasa gas yang diperoleh dari penambangan minyak dan gas bumi.

Bekerja di dalam industri minyak dan gas merupakan keputusan yang harus dipertimbangkan secara matang, karena memiliki risiko yang berat dan tinggi terutama keterlibatan terhadap bahaya atau hazard yang berpotensi menimbulkan kerugian. Petrotekno menawarkan berbagai pelatihan singkat dari Pelatihan Operasi dan Pemeliharaan, Kesehatan dan Keselamatan hingga Tanggap Darurat dan Manajemen Keadaan Darurat Utama.