Kesenian Papua, Gambar Kehidupan di Kulit Kayu
beritapapua.id - Kesenian Papua, Gambar Kehidupan di Kulit Kayu - denmasdeni.blogspot.com

Lukisan Kulit Kayu adalah kerajinan asli Papua yang dihasilkan oleh masyarakat Kampung Asei. Lukisan ini awalnya merupakan sebuah tradisi yang diajarkan turun-temurun sejak leluhur warga Asei dan tidak sembarang orang bisa melakukannya. Pada mulanya, lukisan dibuat sebagai simbol dan peringatan atas segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan Kampung tersebut. Misalnya, lukisan ikan sebagai simbol bahan makanan utama, motif karang yang melambangkan tempat perlindungan bagi leluhur Asei atau gambar tombak serta kail yang melambangkan mata pencaharian utama warga Asei sebagai nelayan.

Pak John, seorang pelukis kulit kayu dari Kampung Asei, Asei besar, Danau Sentani, Kabupaten Jayapura. Ia bercerita tentang motif lukisan yang sedang dikerjakannya. Sambil mengunyah buah pinang di mulutnya, Pak John pun terus melanjutkan kerajinan Lukisan pada Kulit Kayu yang dibuatnya.

Tetapi, seiring perkembangan jaman yang semakin modern, tradisi ini bergeser menjadi kesenian dengan nilai yang cukup tinggi. Kini, hampir semua pria Asei mampu melukis di kulit kayu. Motif-motifnya pun sudah semakin kaya dan banyak mengalami modifikasi seperti Tifa, maupun burung cendrawasih. Namun demikian, warga Asei tetap menjaga kualitas keaslian dan nilai otentik dari lukisan yang menjadi ciri khas mereka.

Warna, adalah salah satu keaslian yang dipertahankan oleh warga Asei dalam melukis kulit kayu. Namun, asal warna yang dipakai kini tidak terbatas pada bahan alami seperti masa lalu. Hitam mereka dapatkan dari cat penghitam rambut, merah didapat dari pewarna pakaian, dan putih tetap dari kapur. Hal ini dilakukan demi meningkatkan produktifitas lukisan mereka yang sudah terkenal hingga ke mancanegara.

Baca Juga: Terus Diincar oleh KPK, Ternyata Ini Alasan KPK Memanggil Zulkifli Hasan

Keunikan Lukisan dari Kampung Asei

Keunikan lain yang terdapat pada Lukisan Kulit Kayu ini adalah cara mereka melukis dengan menggunakan batang tunas kelapa yang masih muda. Alat alami ini mereka peroleh dari pohon-pohon kelapa yang tersebar di seluruh pulau Asei. Menurut mereka, penggunaan batang tunas ini akan mempengaruhi guratan lukisan yang mereka buat. Lukisan asli Asei selalu menggunakan batang tunas kelapa.

Lukisan Kulit Kayu khas Asei kini sudah dikenal luas hingga mancanegara. Tidak jarang, Pak John dan warga Asei lainnya mendapat pesanan lukisan yang banyak, baik dari dalam dan luar Indonesia. Harga per lukisan pun beragam, mulai dari Rp. 5000 hingga Rp. 500.000 tergantung besarnya ukuran lukisan. Lukisan Kulit Kayu yang tadinya merupakan konsumsi pribadi warga Asei, kini sudah bisa dijadikan sumber pemasukan uang bagi mereka.