Kesepakatan Komunitas sebagai Kekuatan Asli Papua
Kesepakatan Komunitas sebagai Kekuatan Asli Papua

Papua saat ini tidak hanya ditempati oleh penduduk asli Papua saja, sudah sangat banyak kaum pendatang yang turut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Papua karena berbagai alasan. Walaupun para pendatang ini cenderung bermukim pada wilayah yang lebih maju seperti kota, dan bukan di pedalaman gunung maupun hutan Papua. Dalam kehidupan antara  kaum pendatang dan penduduk asli Papua, mulai nampak fenomena perbedaan dalam menjalani hidup diantara mereka. Sebagai perbandingan, kaum pendatang (transmigran) sudah memiliki konsep tersendiri bekerja secara teratur dan menguasai secara teratur pula hasil-hasil yang telah mereka peroleh dengan susah payah. Hasil panen yang diperoleh memungkinkan mereka membuat atau membeli barang-barang yang bernilai lebih tetap. Misalnya perlengkapan rumah tangga yang lebih baik, pakaian yang layak, dan perhiasan-perhiasan.

Dari asalnya, penduduk asli  kaum pemakan sagu dan sekaligus juga petani ini, seakan dengan usaha sedikit saja, mereka sudah cukup untuk dapat mengurus dan memelihara diri sendiri. Kebutuhan mereka akan perumahan, pakaian, transportasi, dan sebagainya menjadi begitu sederhana dan bisa begitu gampang dipenuhi, sehingga mereka itu tidak mengenal perjuangan yang sengit dalam hidupnya jika dibandingkan dengan masyarakat atau orang-orang pendatang.  Seringkali irama perkembangan diri mereka juga ketinggalan dengan irama perkembangan kaum pendatang. Seperti dalam kenyataan bahwa sedikit sekali dari anggota keluarga mereka yang diterima bekerja di dalam aparat pemerintahan, perusahaan swasta, atau menjadi pengusaha dan pedagang di sentral perkotaan.

Baca Juga: Keragaman Bahasa yang Memperkaya Tanah Papua

Proses Reproduksi Kebudayaan Asli Papua

Sekelompok orang yang pindah dari satu lingkungan budaya ke lingkungan budaya yang lain, akan mengalami proses sosial budaya. Hal tersebut dapat mempengaruhi mode adaptasi dan pembentukan identitasnya. Proses reproduksi kebudayaan menjadi proses aktif yang menegaskan keberadaan mereka dalam kehidupan sosial yang baru itu.

Kita bisa saksikan keberhasilan masyarakat lokal ini dalam rekam jejak adaptasi wilayah setelah berkali-kali mengalami relokasi. Mereka banyak belajar dari setapak demi setapak perubahan yang telah dilalui. Masyarakat lokal di kampung-kampung itu sejatinya memiliki kekuatan yang kaya. Pengetahuan lokal adalah sebentuk learning community, ia tidak tertutup bagi evaluasi dan adaptif terhadap pelbagai persoalan. Sejarah tidak sekaku yang dikira orang.

Tradisi adalah hasil peleburan norma dan persoalan. Pengetahuan lokal merupakan produk kesepakatan bersama sekelompok orang yang menghayati bentuk kehidupan tertentu dalam menanggapi persoalan yang tumbuh dari keterlibatan mereka dengan kenyataan sehari-hari. Gagasan learning community bertolak dari keyakinan bahwa pengetahuan tidak lengket pada kenyataan apa adanya. Ia adalah hasil kesepakatan komunitas.