Ketika Lambang Negara Pancasila Diubah
Beritapapua.id - Ketika Lambang Negara Pancasila Diubah - Detik

Ketika Lambang Negara Pancasila Diubah- Paguyuban Tunggal Rahayu di Garut, Jawa Barat membuat geger masyarakat Indonesia. Setelah mereka melakukan pengubahan pada lambang Pancasila. Mereka mengubah lambang Pancasila dengan kepala burung Garuda menghadap ke depan. Selain itu kelompok ini juga merubah semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” menjadi “Bhinneka Tunggal Ika Soenata Logawa”.

“Yang pasti lambang negara, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah sesuatu yang sudah baku, paten, sebagai sebuah simbol dan lambang negara, sebagai semboyan negara Bhinneka Tunggal Ika. Itu tidak bisa diubah atau ditambah atau dikurangi dan seterusnya.” Kata Wakil Ketua MPR, Achmad Muzani di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (9/9).

Muzani meminta pihak kepolisian untuk memproses  paguyuban tersebut.

“Saya tidak paham apakah itu memenuhi syarat (makar) atau tidak. Tapi yang pasti maksud itu harus dicek, si ormas itu harus dicek. Menurut saya, sebaiknya dimintai keterangan,” tegasnya.

Paguyuban tersebut ternyata juga mencetak uang sendiri. Kepala Badan Kesbangpol Garut Wahyudijaya mengatakan bahwa uang yang mereka miliki juga mempunyai nilai nominal yang bermacam-macam. Uang tersebut mereka gunakan untuk bertransaksi dalam lingkungan internal mereka.

Paguyuban ini sendiri berbasis pada Kecamatan Gisewu, Garut. Pemimpin mereka bernama Mister Sutarman.

Baca Juga: Paslon Pilkada Dua kabupaten Papua Positif Covid-19

Lambang Pancasila Dalam Undang-Undang

Staff Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Benny Susetyo mengecam tindakan paguyuban tersebut. Benny mengatakan bahwa aturan terkait lambang negara terdapat dalam UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

“Tidak bisa dibenarkan karena sudah ada aturan baku dan setiap warga negara memiliki sikap hormat dan menjaga nilai yang sakral,” kata Benny.

Benny menegaskan bahwa Pancasila adalah lambang negara, sehingga setiap warga negara harus menghormati dan menjaga nilai-nilai sakral Pancasila.

“Lambang negara memiliki makna yang dalam simbol kehormatan bangsa maka setiap warga negara harusnya menjaga nilai-nilai yang sakral ini,” kata tutur Benny.

Benny pun mengatakan bahwa BPIP akan segera berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menentukan langkah hukum terkait peristiwa ini.