Ketika Para Menteri Protes Pemberlakuan PSBB
Beritapapua.id - Ketika Para Menteri Protes Pemberlakuan PSBB - Katadata

Ketika Para Menteri Protes Pemberlakuan PSBB – Keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) membuat sejumlah menteri melayangkan protes. Sebelumnya, Anies menyatakan bahwa pihaknya akan memberlakukan PSBB terhitung dari Senin (10/9).

Kebijakan Anies mendapatkan kritik dari para menteri Jokowi. Mereka menilai PSBB akan membawa dampak buruk pada perekonomian yang saat ini sedang menunjukkan tren yang baik.

Mengutip dari kumparan, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengaku khawatir dengan kebijakan Anies. Agus mengatakan bahwa beberapa bulan terakhir, kinerja industri sudah relatif membaik. PMI manufaktur saat ini sudah menyentuh angka 50,8 dengan ambang batas minimal 50.

“DKI kembali akan menerapkan PSBB ketat. Ini tentu sedikit banyak akan kembali memengaruhi kinerja industri manufaktur yang ada di RI, apalagi kalau diikuti provinsi lain yang kembali menerapkan PSBB ketat. Kami melihat industri yang sudah menggeliat ini, kami khawatir mendapat tekanan,” ucap Agus dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Kadin, Kamis (10/9).

Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar juga mengkhawatirkan keadaan yang serupa. Mahendra mengatakan perlu ada pengecualian bagi beberapa sektor tertentu, dengan catatan harus menjalankan protokol kesehatan.

“Saya khawatir kalau dipukul rata seperti ini, tidak realistis kita berpandangan pandemi akan selesai. Dalam jangka pendek maka tidak ada yang tahan,” ucap Mahendra.

Baca Juga: KPK Undang Kejagung dan Bareskrim Terkait Kasus Djoko Tjandra

Dampak Bagi Sektor Ekonomi

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto juga mewanti-wanti dampak PSBB ini. Ia bilang jika PSBB diberlakukan, ada risiko jalur distribusi terganggu. Lebih lanjut ia mengatakan kelancaran jalur distribusi diperlukan kelancaran jalur-jalur distribusi termasuk logistik supaya usaha dan perekonomian tetap berjalan.

“Karena PDB kita 50 persen konsumsi. Kalau distribusi ini tidak lancar akan mengganggu PDB RI,” ucap Agus.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa PSBB berdampak pada ketidakpastian pada pasar saham terutama IHSG. Akibat pengumuman PSBB, IHSG kini berada pada angka kurang dari 5.000.

“Kita harus lihat gas dan rem ini. Kalau direm mendadak kita harus menjaga kepercayaan publik karena ekonomi ini tidak semua faktor fundamental tapi ada sentimen,” ucap Airlangga.