Ketua DMI Papua Barat Imbau Pengurus Masjid Patuhi PP 21 Tahun 2020
beritapapua.id - Ketua DMI Papua Barat Imbau Pengurus Masjid Patuhi PP 21 Tahun 2020

Ketua DMI Papua Barat Imbau Pengurus Masjid Patuhi PP 21 Tahun 2020 – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, berdasarkan data dari Badan Intelijen Negara (BIN), penyebaran virus corona atau Covid-19 di Tanah Air akan mengalami puncaknya pada Juli 2020. Data tersebut disampaikan Doni, dalam rapat kerja dengan Komisi IX melalui konferensi video, Kamis (2/4/2020). Berdasarkan data BIN, pada Juli 2020 penyebaran Covid-19 di Tanah Air akan mencapai 106.287 kasus.

Kemudian, dalam data tersebut dituliskan. Kasus Covid-19 akan mengalami peningkatan dari akhir Maret sebanyak 1.577 kasus. Serta akhir April sebanyak 27.307 kasus, 95.451 kasus di akhir Mei, dan 105.765 kasus di akhir Juni. Menurut Doni, terdapat 50 kabupaten atau kota prioritas yang memiliki risiko tinggi terkait peningkatan penyebaran virus corona dan 49 persen wilayah itu berada di Pulau Jawa. Ia mengingatkan, kajian BIN bisa tak terjadi apabila langkah-langkah pencegahan terus dilakukan secara disiplin oleh masyarakat.

Baca Juga: Selamat Jalan Pejuang Kemanusiaan! Lawamena, Bung Glenn!

Imbauan oleh Ketua Dewan Masjid Indonesia

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Papua Barat, Mohamad Lakotani, menyampaikan DMI sudah mengeluarkan imbauan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam penanganan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Semua dedominasi agama bertemu untuk mempertegas PP 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar. Jadi kembali kami imbau kepada seluruh pengurus masjid di wilayah Papua Barat, untuk mematuhi apa yang menjadi imbauan dari Dewan Masjid Indonesia Papua Barat dan juga Fatwa MUI untuk ikut mendukung pemerintah dalam pencegahan penyebaran virus Covid,“ tegas Lakotani saat ditemui di Swiss-Belhotel Manokwari saat menghadiri Rapat Forkopimda bersama Tokoh Agama dan FKUB, Jumat.

Lebih jauh Lakotani mengatakan untuk sementara Sholat Jumat tidak dilaksanakan, tapi diganti dengan shalat dzuhur di ru,ah. “Dan pengurus masjid dan umat Islam sudah tahu untuk sementara shalat Jumat ditiadakan diganti dengan shalat dzuhur, dan juga shalat-shalat waktu lainnya dilakukan di rumah masing-masing,” ungkapnya.

Menurut Lakotani semua umat sepakat  memberikan dukungan terhadap pelaksanaan instruksi dari Gubernur. “Perlu saya ulangi lagi semua umat beragama tadi bersepakat untuk memberikan dukungan kepada pemerintah dalam pelaksanaan PP 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar,” tegasnya.