Ketua Harian PB PON Ajak Warga di Wilayah Adat Ikut Dukung PON XX
beritapapua.id - Yunus Wonda, Ketua Harian Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional, memberi sambutan dalam Festival Cahaya Papua, Kamis (31/12/2020). (foto: PON XX Papua)

Jelang hari pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua, Ketua Harian PB PON Papua, Yunus Wonda ajak warga dari wilayah adat di Papua ikut mendukung kesuksesan PON yang secara resmi berlangsung pada 2-15 Oktober 2021 mendatang.

Ketua Harian PB PON Papua, Yunus Wonda mewakili Gubernur Papua Lukas Enembe menilai, ajang PON XX yang berlangsung di Papua ini merupakan salah satu ikon pemersatu bangsa. Untuk itu, ia mengatakan semua pihak harus ikut mendukung dan mensukseskan pelaksanaan PON XX, termasuk masyarakat adat di daerah tersebut.

Dengan adanya dukungan dari semua pihak dan termasuk dari lima wilayah adat di Papua, perhelatan PON XX bisa berjalan dengan aman dan nyaman.

“Mengajak masyarakat di gunung-gunung, lembah-lembah, dan pesisir pantai dari lima wilayah adat untuk dapat memberikan dukungan dan menjaga Papua aman dan nyaman,” kata Yunus di Stadion Lukas Enembe, Kamis (30/9/2021).

Baca Juga: Tragedi Pilu, Permukiman Pasar Borobudur Manokwari Terbakar

Selain itu, kesuksesan PON tersebut bisa menjadi momentum kebangkitan Papua dalam menggelar event besar berskala nasional. Apalagi PON XX berlangsung di tengah masa pandemi Covid-19 membuat Papua bisa menggelar event besar.

Jadwal Penyelenggaraan Sempat Mundur

Meski sebelumnya jadwal penyelenggaraan PON XX bergeser dan mundur karena Covid-19, ia percaya bahwa PON XX bisa sukses.

Ia juga mengatakan bahwa pelaksanaan PON XX kali ini akan berbeda dengan yang sebelumnya, hal ini lantaran kondisi pandemi Covid-19 masih ada.

Dengan kondisi seperti ini ada beberapa syarat khusus yang memang harus dilakukan. Salah satunya adalah para peserta maupun penonton yang hadir sudah harus menjalani vaksinasi.

Dan yang terpenting menurutnya adalah pada pelaksanaannya PON XX harus tetap menerapakan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini agar tidak membuat adanya klaster penyebaran baru Covid-19 selama pelaksanaan PON XX.

“PON kali ini merupakan PON yang sangat berat karena kita berada di kondisi tidak normal. Kita melaksanakan event ini di masa pandemi. Hal tersebut tidak membuat kita kendor tapi membuat kita bersatu padu,” ujar Yunus.