Ketua Satgas Covid-19: Meski Gejala Ringan, Jangan Remehkan Omicron
beritapapua.id - Ketua Satgas Covid-19, Zubairi Djoerban. (Foto: Tangkapan layar Youtube/ProfesorZubairi)

Kementerian kesehatan ( kemnkes ) mengungkap total konfirmasi omicron mencapai 333 orang terhitung Sabtu (8/1). Berdasarkan lokasinya, 97 persen kasus didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri dan ada di Provinsi DKI Jakarta.

Zubairi menegaskan agar masyarakat tidak menganggap remeh varian Omicron. Meski sejauh ini gejala yang muncul tergolong ringan.

“Jangan remehkan Omicron meski gejalanya ringan,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, ketika kasus aktif Covid-19 varian Omicron meledak, maka tetap saja fasilitas kesehatan (faskes) akan kembali penuh sebagaimana yang pernah terjadi pada Juli-Agustus 2021.

“Ketika kasus meledak, tetap saja rumah sakit akan penuh. Fasilitas kesehatan tetap saja rumah sakit akan penuh. Fasilitas kesehatan terganggu dan PTM 100 persen yang baru mulai bisa tertunda lagi,” pungkasnya.

Sebagai informasi, petugas medis yang merawat pasien Covid-19 varian Omicron di RS Darurat Wisma Atlet mendeteksi adanya kesamaan gejala yang dialami para pasien. Di antara mereka bahkan ada juga yang tak mengalami apa-apa, tetapi hasil pemeriksaan mereka terpapar varian Omicron. Kini, mereka harus menjalani isolasi selama minimal 10 hari. Pernyataan itu disampaikan Humas RSD Wisma Atlet Kolonel Kesehatan dr Mintoro Sumego, Rabu (5/1/2022).

Baca Juga: Kondisi Amerika Serikat Setelah Terjadi Kerusuhan Capitol

“Gejalanya rata-rata asimptomatis sampai simptomatis ringan. Enggak ada yang berat. Jadi antara tanpa gejala (asimptomatis) sampai gejala ringan saja. Kalau asimptomatis ringan itu batuk ringan sama demam ringan,” katanya.

Peningkatan kasus varian Omicron beberapa hari belakangan ini menunjukan tren memburuk. Selama sebulan belakangan, tren kenaikan kasus telah berkali lipat. Tren itu, dikhawatirkan akan terus menjadi-jadi.

“Semua pasien kita rawat sesuai dengan gejalanya. Dan kalau kita lihat di sini, memang peningkatannya cukup lumayan ya pasien di Wisma Atlet. Kalau kita ambil data dari awal Desember itu pasien di Wisma Atlet ada 115 orang sekarang ada 1206 orang. Peningkatannya cukup banyak,” katanya.