Kiat Menjadi Orang Sabar
Kiat Menjadi Orang Sabar, Lakukan 3 Cara Ini

Kiat Menjadi Orang Sabar, Lakukan 3 Cara Ini! – Kita sepakat bahwa mereka yang sukses dalam kehidupan mereka adalah orang yang sabar. Bagaimana tidak? Mereka mampu menghadapi berbagai cobaan dalam hidupnya demi meraih kesuksesan.

Namun, kita perlu ketahui bahwa sabar punya banyak bentuk. Seperti, sabar menghadapi tantangan hidup, sabar menghadapi orang, sabar dalam beribadah, dan lain sebagainya. Beragam bentuk sabar ini membuka mata kita, bahwa orang sabar tak melulu mereka yang berdiam kala orang menyakitinya.

Sebenarnya, dalam agama Islam pun sabar punya berbagai bentuk. Baik bentuk sabar dalam beribadah maupun menjalani hidup, Islam telah mengaturnya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat Al Imran ayat 200,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imran: 200)

Dari ayat tersebut, hal pertama yang menjadi bentuk sabar adalah sabar dalam ketakwaan kepada Allah. Dalam ayat tersebut kata bersabar bersanding dengan kata perintah untuk takwa. Sebagaimana dalam ayat lain Allah berfirman,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar,” (QS. Al Baqarah 153).

Kebalikan dari takwa adalah maksiat. Sehingga, bentuk kedua sabar adalah bersabar untuk menjauhi maksiat. Sebaliknya, bagaimana bisa seorang muslim bersabar dalam takwa ketika ia belum mampu meninggalkan maksiat?

Dan bentuk yang ketiga adalah bersabar atas takdir buruk. Takdir buruk dapat berbentuk kejadian-kejadian yang menyakitkan. Dan masih banyak lagi.

Lalu, bagaimana kiat menjadi orang sabar?

Baca juga: Hukum Menonton Film Bajakan, Meski Menyenangkan

1. Kiat Menjadi Orang Sabar Dengan Tawakal Kepada Allah

Pertama, kitda dapat memulai dengan tawakal. Menjadi kunci bersabar adalah bertawakal kepada Allah. Maksudnya, kita harus menyadari bahwa segala yang terjadi pada kita merupakan rencana Allah. Dan, kita perlu ketahui bahwa apa yang datang dari Allah selalu memiliki kebaikan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999)

Sehingga, rasa tawakal mampu membawa kita menjadi orang yang lebih sabar. Bahkan, lebih dari itu, tawakal memupuk rasa syukur.

Seandainya kita tidak menyadari bahwa musibah merupakan kebaikan dari Allah, kita pasti murung. Karena itu, tawakal dapat berupa bersyukur maupun menyadari kebesaran-Nya.

2. Ingatlah bahwa Musibah Menghapus Dosa

Kedua, salah satu kebaikan dari musibah dan ujian adalah terhapusnya dosa. Ini adalah hal baik yang perlu kita sadari ketika mendapatkan perkara buruk. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا يَزَالُ الْبَلَاءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمُؤْمِنَةِ فِي نَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَمَالِهِ حَتَّى يَلْقَى اللَّهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ

“Ujian akan selalu bersama dengan orang beriman lelaki maupun perempuan, baik pada dalam diri, anak, dan hartanya, sampai dia bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak mempunyai satu kesalahan pun.” (HR.Tirmidzi, no. 2399; Shahih Ibnu Hibban, 2924. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)

Dalam kondisi tertimpa musibah, tak jarang kita bersedih. Karena itu, kita sulit melihat nikmat Allah. Padahal, kita perlu sadari juga bahwa musibah datang boleh jadi bentuk keringanan dari Allah. Bahwa dalam sebuah musibah, Allah menjauhkan kita dari hal yang lebih buruk.

Ingatlah bahwa segala keburukan yang menimpa seorang muslim adalah bentuk penghapusan dosa. Demikianlah nikmat Allah yang begitu besar.

3. Ingatlah Balasan dari Sabar Adalah Surga

Selanjutnya, Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10).

Ketiga, cara menjadi orang sabar adalah mengingat kebaikan Allah subhanahu wa ta’ala. Allah memberikan nikmatnya bagi siapa yang Dia kehendaki. Termasuk dalam hal sabar. Konsekuensi dari sifat terpuji itu adalah surga.

Betapa Maha Pengasih dan Maha Penyayangnya Allah subhanahu wa ta’ala kepada hamba-Nya. Ketia seseorang mendapat musibah, tak hanya Allah menghindarkannya dari hal yang lebih buruk.

Bahkan, Allah menghapus dosa mereka dan menyiapkan surga bagi mereka mana kala mereka sabar.

Dengan demikian kita belajar bahwa kita perlu menyadari beberapa hal untuk menjadi orang sabar. Karena itu, berusahalah bertakwa kepada Allah. Bagaimana rasa sabar bisa hadir kala kita melupakan Allah subhanahu wa ta’ala?

Semoga kita termasuk ke dalam orang-orang yang sabar