Kim Jong Un Beri Hukuman Mati untuk Warganya yang Nonton Drakor
beritapapua.id - Kim Jong Un Beri Hukuman Mati untuk Warganya yang Nonton Drakor - Terkini

Beruntunglah kita masyarakat Indonesia yang masih bisa menyaksikan drama asal Korea Selatan. Pasalnya di Korea Utara, pemimpinnya Kim Jong Un melarang warganya untuk menyaksikan drama tersebut. Jangankan menonton, ia bahkan bakal memberi hukuman berat bagi warganya yang berbicara mengenai negara itu. Padahal dua negara itu serumpun,  namun sampai sekarang masih berseteru.

Berdasarkan informasi tahun 2013 lalu, Korut telah mengeksekusi mati 80 orang warganya yang menyaksikan dan menyelundupkan drama dari Korea Selatan. Saksi mata menuturkan bahwa otoritas setempat mengumpulkan 10 ribu warga di stadion di kota pelabuhan Wonsan untuk menyaksikan eksekusi mati tersebut. Eksekusi dilakukan oleh tim regu penembak.

Hukuman tersebut dilakukan lantaran Korea Utara tak ingin warganya terpengaruh pola pikir negara tetangga. Menonton film ataupun serial televisi asing, terutama yang berasal dari Korea selatan merupakan pelanggaran serius. Karena itu disana hanya dapat menonton 3 saluran tv yang semuanya dikendalikan pemerintah.

Baca Juga: Lima Kelurahan di Jayapura Masuk Zona Merah Covid-19

Kontroversi sang Diktator

Tindakan kontroversial Kim Jong Un semasa hidupnya, membuatnya dijuluki seorang pemimpin diktator. Dimasa jabatan sebagai pemimpin tertinggi di Korea Utara, dia dilaporkan banyak memindahkan atau mengeksekusi pejabat senior yang sudah bertugas sejak ayahnya memimpin. Salah satunya adalah Jang Song thaek yang tak lain paman dari Kim Jong Un sendiri.

Laporan media Hong Kong, Wen Wei Po menyebut Jang dieksekusi dengan cara diumpankan kepada 120 ekor anjing liar yang kelaparan, dalam kondisi telanjang. Jang dimasukkan ke dalam kandang anjing liar bersama lima komplotannya. Hukuman mati terhadap Jang disaksikan langsung oleh Kim Jong Un bersama 300 pejabat senior lainnya.

Selain itu Kim Jong Un juga pernah mengeksekusi jenderalnya yang dituduh merencanakan kudeta, dengan cara menceburkan tubuh sang jenderal ke dalam tangki berisi ikan piranha. Mengumpankan korban ke kandang harimau, melakukan pemenggalan, membakar korban hidup-hidup dan meledakkan korban dengan senjata anti-tank, adalah sejumlah metode eksekusi mati yang dirancang untuk menakuti para pembangkang.

Kim Jong Un yang kini menjabat sebagai pemimpin tertinggi Korea Utara, telah menggantikan mendiang sang ayah, Kim Jong-il, yang meninggal pada 2011 lalu. Ia merupakan anak bungsu dari sang ayah dan istri ketiganya, Ko Yong Hui. Semula, Kim Jong un tidak dijagokan untuk menjadi penerus takhta. Banyak pihak melihat bawa kakak tirinya, Kim Jong nam, dan kakak kandungnya, Kim Jong-chol, yang tengah dipersiapkan sang ayah untuk menjadi pemimpin masa depan Korea Utara.