Kisah di Balik Nama Stadion Lukas Enembe, Venue Utama PON XX
Beritapapua.id - Kisah di Balik Nama Stadion Lukas Enembe, Venue Utama PON XX - Tribun

Kisah di Balik Nama Stadion Lukas Enembe, Venue Utama PON XX –┬áPekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 akan diselenggarakan di Papua. Sebagaimana kita ketahui bahwa stadion yang menjadi venue utama PON XX sebelumnya bernama Stadion Papua Bangkit. Namun, 23 Oktober mendatang, nama stadion tersebut berganti Stadion Lukas Enembe.

Ketua PB PN Papua, Yunus Wonda, menjelaskan alasan penggantian nama stadion tersebut. Ia menyebut bahwa penggunaan nama Lukas Enembe merujuk pada Gubernur Papua yang berhasil membuat Papua terpilih sebagai tuan rumah PON 2020.

“Kami rakyat Papua tidak pernah bayangkan bila Provinsi Papua bisa menjadi tuan rumah PON, karena kami menyadari secara infrastruktur kami, Papua sangat tidak mungkin melakukan itu, tetapi oleh komitmen yang kuat dari Bapak Lukas Enembe yang didukung juga oleh bapak wakil Gubernur dan semua pihak, maka hal yang tidak mungkin itu sekarang terbukti,” ujar Yunus, di Jayapura, Senin (19/10/2020).

Menurut Yunus, Gubernur Lukas Enembe hendak mendorong percepatan pembangunan infrastruktur Papua. Salah satu upayanya adalah menjadikan Papua sebagai tuan rumah PON 2020. Strategi tersebut terbukti benar.

“Prinsip beliau adalah ambil dulu baru nanti disiapkan, karena menurut beliau kalau kami siapkan dulu infrastrukturnya baru mau lobi, itu nanti lama dan akhirnya kita lihat sendiri saat Papua dipercayakan sebagai tuan rumah, Pak Gubernur langsung memerintahkan untuk bangun stadion, yang saat ini kita kenal dengan nama Papua Bangkit,” lanjut dia.

Selain itu, Lukas Enembe merupakan tokoh yang menginisiasi pembangunan stadion untuk keperluan ruan rumah PON 2020.

Baca Juga: Kebakaran di Kota Jayapura Hanguskan Puluhan Rumah Warga

Yunus Soal Stadion: Kami Pikir Mustahil, Namun di Tangan Beliau Berhasil

Stadion Lukas Enembe terletak pada Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Stadion tersebut terbentang di atas tanah seluas 13 hektar yang merupakan pembiayaan dari APBD Papua sebesar Rp 1,3 triliun.

Yunus menyebut bahwa pembangunan stadion sebagai tuan rumah PON 2020 merupakan hal yang mustahil. Namun, Gubernur Lukas Enembe berhasil mewujudkannya.

“Sesuatu yang awalnya mustahil itu di tangan beliau saat ini semua bisa terwujud. Itulah alasannya mengapa kami DPR Papua saat itu (tahun 2019) mengajukan nama stadion Papua Bangkit kita ganti dengan nama beliau, Lukas Enembe,” terang Yunus.

Stadion yang dibangun sejak akhir 2016 itu diharapkan selesai pada tahun ini. Ke depannya, Stadion Lukas Enembe akan diresmikan pada tanggal 23 Oktober 2020.