Kisah Guru Honorer di Papua: Dimutasi Karena Urusan Pribadi
Beritapapua.id - Kisah Guru Honorer di Papua: Dimutasi Karena Urusan Pribadi - Kompas

Kisah Guru Honorer di Papua: Dimutasi Karena Urusan Pribadi – Perasaannya campur aduk, geram bercampur Jengkel. Natalia Dessy Wulaningrum (36), seorang guru honorer yang sudah 12 tahun mengabdi pada SMPN Terpadu Bintuni terancam mutasi. Hal ini disebabkan lantaran suaminya tidak mengembalikan mobil dinas.

Ancaman tersebut disampaikan oleh  Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora). Menurut Dessy, persoalan ini muncul dari masalah internal antara suaminya dengan Kadis Dikbudpora.

Kisah ancaman mutasi Dessy terdengar janggal. Menurutnya, ia menerima keputusan mutasi jika terkait masalah profesionalitas. Namun, ancaman mutasi justru datang dari persoalan pribadi yang menurutnya tidak ada sangkut paut dengan dunia pendidikan.

“Saya membaca surat itu dengan saksama, ada nama suami saya di dalam surat itu. Rupanya, bapak Plt Kadis Dikbudpora Bintuni, melakukan pemindahan saya karena masalah internal dengan suami saya,” kata Dessy dikutip dari unggahannya, Senin (5/10/2020).

Suami dari Dessy adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Teluk Bintuni. Robert Parantean, suami Dessy yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubag Perencanaan di Dikbudpora Bintuni, pindah ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah. Meski sudah pindah, Robert belum mengembalikan mobil berjenis Hilux tersebut.

Jika suaminya tidak mengembalikan mobil dinas, maka Dessy akan dipindahkan ke SDN Kampung Inovina, Distrik Moskona Timur Jauh, Teluk Bintuni.

Baca Juga: Puskesmas Mimika Akan Lakukan Pelayanan Di Luar Gedung

Dessy Soal Mutasi: Profesi Guru Tidak Dihargai

Kisah Guru Honorer di Papua: Dimutasi Karena Urusan Pribadi
Beritapapua.id – Kisah Guru Honorer di Papua: Dimutasi Karena Urusan Pribadi – Kompas

Dessy geram ihwal rencana mutasi dirinya ke pelosok. Menurutnya, profesi dirinya sebagai guru tidak dihargai. Ia merasa dirinya sebagai guru honorer telah memberikan 100 persen tenaga dan waktunya untuk pendidikan di Papua.

Baik pembelajaran daring atau luring, Dessy tak pernah absen. Bahkan, ia mendirikan bimbingan belajar sebagai solusi di tengah pandemi.

“Pada minggu ini saya tidak pernah absen ke sekolah, karena Kepala sekolah menugasi saya sebagai Ketua PTS dan PAS Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2020 – 2021,” tutur Dessy.

“Di luar itu, saya bersama rekan guru honorer mendirikan bimbingan belajar Little Bee, sebagai solusi pembelajaran di masa Pandemi,” imbuhnya.

Tidak main-main, Dessy merupakan guru pendamping yang berhasil membawa siswanya lomba ke tingkat nasional. Ia merasa bahwa profesionalitasnya dipandang sebelah mata. Ancaman pemindahan Dessy yang dilakukan oleh Plt Kadis Dikbudpora Bintuni seakan tidak menghargai profesi guru.

“Ini bukan hoaks. Bukti disposisi ada di file saya. Bolehkah saya bertanya, apakah sebagai guru saya tak cukup punya dedikasi di kabupaten ini?” kata Dessy.

Kadis Dikbudpora: Mutasi Masih Rencana

Kadis Dikbudpora Teluk Bintuni, Daniel Dudung, membenarkan adanya ancaman mutasi yang diberikan pada Dessy. Ia mengatakan bahwa hal tersebut masih rencana.

“Jadi soal mutasi itu baru rencana. Belum ditandatangani dan kasubag kepegawaian, juga belum konsep,” sebut Daniel Dudung, dikutip dari kompas, Senin (5/10/2020).

“Disposisi rencana pemindahan guru honorer itu ada dan ini dikeluarkan terkait kendaraan dinas yang digunakan oleh Suaminya, Robert Parantean,” imbuhnya.

Ancaman itu ia berikan lantaran menurutnya Dikbudpora mobil yang dibawa oleh suami Dessy adalah aset kantor. Ia menyebut bahwa tidak ada kendaraan operasional lain selain mobil berjenis Hilux tersebut.

“Kendaraan itu masih aset Dikbudpora, sehingga harus dikembalikan. Apalagi Dikbudpora belum memiliki kendaraan dinas roda empat jenis Hilux yang bisa dipakai untuk operasional, dan di dinas tidak ada lagi kewenangan untuk pengadaan kendaraan roda empat atau enam, hanya sebatas roda dua,” ujarnya.

Daniel mengatakan bahwa ia pernah menyurati Robert terkait pengembalian mobil. Lantaran tidak ada respons, akhirnya Daniel berencana melakukan disposisi pada istri Robert.