Kisah Ikon Dagadu yang Melekat Pada Kota Pelajar
Beritapapua.id - Kisah Ikon Dagadu yang Melekat Pada Kota Pelajar - hiddenjogja

Kisah Ikon Dagadu yang Melekat Pada Kota Pelajar – Kamu pasti sudah sangat hafal dengan salah satu brand pakaian dan oleh-oleh dari Jogja ini bukan? Ya, Dagadu merupakan salah satu brand yang sangat terkenal dan khas dari kota pelajar, Yogyakarta. Kata dagadu sendiri merupakan salah satu kata dari boso walikan atau kata slang SlogaaaaaaJogja yang paling populer yang memiliki arti “matamu”.

Dagadu pertama kali digagas oleh 25 orang yang merupakan mahasiswa dan alumni mahasiswa arsitektur Universitas Gadjah Mada Yogyakarta pada tahun 1994. Pada tahun tersebut, Dagadu Djokdja membuka lapak pertama pada Mall Malioboro yang memiliki konsep kaki lima dalam mall. Menurut salah satu Owner kaos kreatif Dagadu Ahmad Noor Arief tempat itu yang jadi pertama kali pertumbuhan industri kreatif ini.

Arif bersama teman-temannya, mempertahankan merek, menjual gagasan dan kreativitas dalam wujud kaos Dagadu, dan mengembangkannya hingga sekarang.

Dagadu Djokdja berkembang dan memiliki workshop produksi untuk mengembangkan produk agar tidak berhenti berinovasi meski menghadapi banyak tantangan. Selain itu, Arif juga menunjukkan kepeduliannya ke kota pelajar ini. Ia mendirikan Yogyakarta Tourism Laboratorium (Yogyatourium) untuk memfasilitasi kreativitas anak-anak Jogja. Yogyatourium ini bisa menjadi ikon sosial budaya. Pemiliknya udah dari tahun 2009 nabung untuk mewujudkan impiannya ini. Impian yang bermanfaat buat orang lain, tentunya.

Baca Juga: Protokol Kesehatan Dalam Penyelenggaran Umrah

Perjalanan Bisnis Ikon Dagadu

Kisah Ikon Dagadu yang Melekat Pada Kota Pelajar
Beritapapua.id – Kisah Ikon Dagadu yang Melekat Pada Kota Pelajar – Informasisouvenir

Ia juga berbagi cerita dan pengalaman dalam menjalankan bisnisnya bersama teman-temannya bisa langgeng sampai sekarang. Salah satu jawabannya ialah soal konsistensi.

Menurutnya, sikap konsisten ini berujung pada bagaimana Dagadu mengatur strategi ke depan, baik untuk membesarkan usaha tersebut maupun dalam hal ekspansi bisnis. Berangkat dari keyakinan merek Dagadu yang sudah sangat melekat dengan Jogja, membuat mereka tidak membuka cabang di luar daerah tersebut.

Selain itu, posisi Dagadu yang sudah diasosiasikan dengan Jogja dimanfaatkan untuk membuat kampanye yang berdampak positif. Arief menyebut, Dagadu merupakan pihak yang membangun slogan “Kapan ke Jogja Lagi?”, yang mana belakangan slogan ini cukup ramai. Bahkan sempat akan pakai oleh salah satu kelompok musisi untuk menjadikannya sebuah lagu. Setelah konsisten, Dagadu bisa bertahan juga karena terus menyesuaikan dengan perkembangan zaman.