Kisah Janna
Kisah Janna, Siswi SMP Fakfak yang Jadi Duta Papua Barat

Kisah Janna, Siswi SMP Fakfak yang Jadi Duta Papua Barat – Nama Janna menjadi tenar pada tahun 2020 lalu. Bahkan awal tahun 2021, namanya masih terus eksis di media sosial. Lantas, siapakah dia?

Janna atau Siti Nurjannah Rumasukun, adalah peserta Liga Dangdut Indonesia atau LIDA 2020. Atas penampilan dan suaranya yang merdu, tak sedikit orang yang kemudian menyebutnya sebagai duta Papua Barat.

Bayangkan, penampilan Janna mampu meraih audience share tinggi hingga nyaris 20 persen. Artinya, banyak yang menantikan kehadiran Janna di layar kaca televisi.

Ia memiliki cerita yang kemudian menarik perhatian publik. Perempuan berumur 15 ini mengikuti kompetisi dangdut Indonesia itu lantaran untuk mencari uang agar dapat membiayai ibunya yang sakit.

“Saya ikut LIDA buat sembuhin mama,” ungkap Janna pada salah satu audisi LIDA 2020.

Meski tak memenangkan kompetisi bergengsi tersebut, nama Janna tetap eksis. Bukan soal latar belakang saja, namun anak ini memang memiliki bakat. Berikut kisah Janna hingga menjadi bintang dari Papua Barat.

Kisah Janna: Dari Bangku Sekolah jadi Bintang Papua Barat

Ini dia kisah Janna waktu usia 14 tahun saat ia mengikuti kompetisi LIDA 2020. Ia masih merupakan seorang siswi kelas 3 di MTS negeri Fakfak, Papua Barat. Sebelum mengikuti kompetisi, teman-teman bahkan guru sekolah Janna sudah mengetahui bakat anak itu.

Baca juga: Mengenal Kota Fakfak, Papua Barat

Janna adalah penyanyi andalan MTS negeri Fakfak. Sudah lama Janna menyukai dunia musik. Itu yang kemudian membuatnya piawai dalam menyanyi. Dari hobinya tersebut, Janna sempat mengisi berbagai acara bahkan sebelum mengikuti kompetisi LIDA 2020.

Bahkan, Janna sudah memiliki lagu single duet bersama Mazter, salah seorang penyanyi asal Papua Barat.

Tak melulu soal musik pop, Janna memiliki prestasi pada bidang tarik suara lainnya. Perempuan yang lahir pada 30 April 2005 ini pernah menjuarai berbagai lomba. Mulai dari lomba tilawah Alquran (baca Quran) hingga lomba musik gambus tingkat provinsi dan nasional.

Janna sadar, bahwa kemampuannya mampu membantu keluarganya. Ibunya memiliki penyakit diabetes dan jantung yang cukup parah. Ayahnya meninggal pada tahun 2017 lalu dan Janna memiliki 5 adik yang salah satunya masih balita.

Untuk menyokong kehidupan keluarganya, Janna akhirnya memilih untuk berlaga di dunia musik.

Bakat Janna Membawanya Melesat

Baca juga: Doa Saat Hujan Deras yang Tidak Kunjung Berhenti

Siapa sangka kisah Janna berhasil tenar? Suaranya yang begitu merdu diakui musisi tersohor seperti Dewi Persik. Penampilannya pada ajang LIDA 2020 itu memukau masyarakat Indonesia, bahkan beberapa artis papan atas.

Pada episode pertama konser LIDA 2020, ibu dari Janna meninggal dunia. Saat itu, lagu berjudul Tembang “Muara Kasih Bunda”, ciptaan Adibal Sahrul, seakan mewakili perasaan Janna. Penampilannya sontak membuat juri terharu. Bahkan, Dewi Persik hingga meneteskan air mata.

Meski tidak menjuarai LIDA 2020, namun karier Janna terus lanjut. Selesai kompetisi, Janna melahirkan lagu perdana. Pada 7 Desember 2020 kemarin, Janna LIDA mencetuskan lagu perdananya berjudul “Ayah Ibu” karya komposer musik Adibal.

Janna pun memiliki kesempatan untuk menjajal dunia akting. Rumah produksi Mega Kreasi Film menawari Janna untuk bermain Film Televisi (FTV) berjudul “Pintu Berkah”.

Kisah Janna menjadikan sosok perempuan tangguh. Hingga saat ini ia berupaya untuk memenuhi permintaan mendiang ibunya sebelum beliau meninggal.

“Mama bilang kamu fokus ke karier yang kamu sedang hadapi jangan pikir mama, mama baik-baik saja,” pungkasnya.