Ali Hamdan Bogra
Kisah Letjen TNI Ali Hamdan Bogra dan 1.000 Prajurit Papua

Kisah Letjen TNI Ali Hamdan Bogra dan 1.000 Prajurit Papua – Sebanyak 1.000 calon bintara asli Papua akan menempuh pendidikan mulai dari 4 November sampai 23 Maret 2021. Mereka akan menjalani Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Otonomi Khusus Orang Asli Papua (OAP) Kodam XVIII Kasuari 2020.

Itu adalah program bintara otsus yang memberikan peluang bagi masyarakat Papua untuk menjalani pendidikan militer. Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, menyebut para calon prajurit ini akan dilatih di Jawa.

“Jadi, sengaja kami sebar di Pulau Jawa. Pertama, saya selaku Pangdam, kami punya rindam itu belum sempurna. Jadi, ada beberapa pembina pengasuh pelatih dan alat fasilitas sarana belum terpenuhi. Sehingga, kami titipkan di luar kodam XVIII Kasuari,” jelas Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, mengutip dari kanal Youtube TNI AD.

Penempatan para calon bintara di Jawa memiliki tujuan. Selain karena kurangnya tempat dan fasilitas, pelatihan di Jawa diharapkan mampu membuka wawasan anak-anak Papua. Pangdam XVIII/Kasuari menyebut bahwa ini kesempatan mereka untuk mengenal Indonesia secara utuh.

Nantinya, dari 1.000 anak Papua, sebanyak 330 siswa akan berlatih dengan Rindam III/Siliwangi Bandung. Kemudian, 240 siswa ke Rindam IV/Diponegoro Semarang, 260 siswa ke Rindam V/Brawijaya Surabaya. Sisanya, yakni 130 siswa, akan berlatih dengan Rindam Jaya Jakarta.

Dari jumlah tersebut, 40 siswa merupakan siswi perempuan. Mereka akan menempuh pendidikan dengan Pusat Pendidikan (Pusdik) Korps Wanita TNI Angkatan Darat (Kowad), Lembang, Bandung.

Ada kisah dari perekrutan 1.000 anak Papua itu. Bagaimana awal mulanya?

Kisah di Balik Perekrutan 1.000 Prajurit Papua

Baca juga: Kisah Pria yang Menginap di Surga Setiap Malam

Adalah Letjen TNI Ali Hamdan Bogra yang menjelaskan bagaimana awal mula perekrutan masal itu terjadi. Kisah itu terjadi saat Lejen Ali Hamdan diangkat menjadi Pangdam XVIII/ Kasuari Papua Barat pada April 2020.

Cita-citanya untuk memberikan sumbangsih pada Tanah Papua sudah ada sejak ia berpangkat Letnan Kolonel. Kesempatan itu semakin terbuka kala Ali Hamdan yang berpangkat Mayor Jenderal itu diangkat menjadi Pangdam XVIII/ Kasuari Papua Barat.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa adalah orang yang mengangkat Ali Hamdan pada posisi itu. Lantas, Ali Hamdan memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya. Salah satunya adalah dengan gagasan merekrut pemuda-pemudi Papua menjadi tentara.

“Saya bertanya kepada kawan-kawan di sana (Kantor Otsus). Pak kira-kira kalau kita merekrut adik-adik kita, saudara-saudara kita untuk menjadi prajurit TNI AD menggunakan dana otonomi khusus ada tidak?” kata Ali Hamdan Bogra mengutip dari Channel Youtube TNI AD, Sabtu (06/02/2021).

Ada yang mengatakan bahwa dana otsus boleh dimanfaatkan untuk perekrutan dan pendidikan pemuda Papua menjadi prajurit TNI. Mendengar hal itu, Ali Hamdan tak membuang waktu. Ia langsung mengomunikasikan hal tersebut dengan pihak terkait.

“Ya sudah lah kalau misalnya boleh, berarti kita komunikasikan lebih lanjut lagi Pak, saya bilang. Nanti saya lapor ke Pak Gubernur, yang penting kalau bapak bilang dana siap, ya saya lapor Pak Gubernur,” katanya.

Gagasan tersebut disambut baik oleh Gubernur. Akhirnya, pendaftaran dibuka mulai Agustus-September 2020 untuk merekrut 1.000 calon Bintara Otonomi Khusus Papua Barat. Dari 12 kabupaten dan satu kota, masuk 1.300 orang pendaftar.

“Dari 1.300 ini kita seleksi pasti akan menyusut itu, sampai pas 1.000, sudah sesuai dengan kemampuan dan kekuatan dana yang ada dari otonomi khusus kita bisa laksanakan pendidikan itu, akhirnya syukur Alhamdulillah,” katanya.

Ali Hamdan Bogra Naik Pangkat Saat Proses Rekrutmen Berjalan

Jenderal TNI Andika Perkasa mengangkat Ali Hamdan Bogra menjadi Koordinator Staf Ahli KSAD. Promosi itu terjadi saat proses rekrutmen 1.000 putra-putri Papua berlangsung. Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa akan menggantikan Ali Hamdan sebagai Pangdam XVII/ Kasuari.

“Syukur Alhamdulillah akhirnya sudah dilanjutkan, saya sudah pindah ke Mabesad sudah jadi Koorsahli dan dilanjutkan Pangdam yang baru Mayjen Cantiasa melanjutkan apa yang sudah saya kerjakan, dia tinggal melanjutkan sampai dengan merekrut 1.000 orang asli Papua dan dikirim ke pulau Jawa,” ungkap Ali Hamdan.

Atas pencapaian ini, Letjen TNI Ali Hamdan Bogra menjadi perwira tinggi di Mabes TNI AD. Penerusnya, Pangdam XVIII/ Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, turut mengapresiasi gagasan tersebut. Menurutnya, ide Ali Hamdan merupakan ide yang luar biasa.

“Memang ini ide dituangkan Pangdam yang sebelumnya dan pas saya menjabat kita yang mengeksekusi. Kita berharap pemuda dan pemudi yang terpilih memang potensi yang terbaik anak-anak Papua. Mudah-mudahan mereka nanti bisa kembali untuk mengisi kodim-kodim, koramil yang ada di Kodam XVIII/Kasuari,” ujar I Nyoman Cantiasa.

“Atas nama pribadi dan satuan saya mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena kegiatan rekrutmen 1.000 Bintara Otsus ini sesuai perintah bapak KSAD dalam rangka untuk percepatan pengisian personel di Kodam XVIII/ Kasuari berjalan aman dan lancar,” imbuhnya.