Kisah Luhut Pandjaitan Tertarik Masuk TNI Hingga Tidak Dikenali Anak
beritapapua.id - Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Luhut Binsar Panjaitan. (Foto: Istimewa)

Kisah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan awal tertarik masuk TNI hingga tak dikenali oleh anak pertamanya, Paulina Uli Pandjaitan diulas dalam artikel ini. Jenderal TNI (Hor) Purnawirawan Luhut Pandjaitan masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) bagian darat pada 1967.

Tiga tahun kemudian Luhut Pandjaitan meraih predikat sebagai lulusan terbaik pada 1970, sehingga pria kelahiran Simargala, Huta Namora, Silaen, Toba Samosir, Sumatera Utara 28 September 1947 itu meraih penghargaan Adhi Makayasa.

Karier militer putra pertama dari lima bersaudara pasangan Bonar Pandjaitan dan Siti Frida Naiborhu ini banyak dihabiskan di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat (AD).

Nah, saat masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), Luhut Pandjaitan berkesan dengan para prajurit Resimen Para Komando Angkatan Darat atau RPKAD (sekarang Kopassus) yang diterjunkan di Rumbai, Pekanbaru, sekitar 1958. Kala itu, terjadi pemberontakan Perjuangan Semesta atau Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta).

“Dulu waktu (pemberontakan) Permesta (Perjuangan Semesta atau Perjuangan Rakyat Semesta), kan RPKAD mendarat di Pekanbaru, tahun 1958 ya. Saya ketemu mereka di Rumbai, saya ingat tuh malam-malam, saya SD kelas berapa itu, nah itulah membuat saya pengen masuk tentara,” kata Luhut Pandjaitan dikutip dari kanal YouTube Agak Laen Official, Sabtu (19/11/2022).

Gara-gara Lihat RPKAD, Luhut Pengen Masuk Tentara

“Gara-gara melihat mereka (RPKAD, red) mendarat di situ,” kata Oki Rengga dalam podcast Agak Laen Official yang tayang beberapa waktu lalu. “Mereka (RPKAD, red) menguasai Pekanbaru dengan jumlah yang kecil, dengan segera mengontrol Pekanbaru,” kata Luhut Pandjaitan.

“Jadi karena melihat mungkin oh tampilannya keren ya,” ujar Boris Bokir Manullang, pemeran Domu Purba di Film Ngeri-ngeri Sedap.

“Ya, jadi kan masa kecil, kita lihat sesuatu yang berkesan kan, saya juga berkesan,” ungkap Luhut Pandjaitan. Luhut mengungkapkan ayahnya ingin dirinya kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Tapi saya ya mendaftar juga, tapi kebetulan diterima di Akmil lebih dulu,” ujar Luhut Pandjaitan.

Luhut mengakui yang menginginkan masuk dunia militer adalah dirinya sendiri. “Ya saya sendiri. Ayah saya tidak suka saya jadi tentara,” katanya.

“Berarti betul sama kayak Bang Paulus (putra ketiga Luhut Pandjaitan, red) ya, pung?” tanya Bene Dion Rajagukguk, sutradara film Ngeri-ngeri Sedap.

“Ya hampir mirip-miriplah,” jawab Luhut Pandjaitan. Ketika di dunia militer, Luhut mengaku pernah ditugaskan ke wilayah Timur Tengah pada Oktober 1973.

Dikutip dari laman Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Luhut Pandjaitan pernah menjabat Komandan Kompi A Pasukan Kontingen Garuda (Konga VI) wilayah Port Said, Port Fuad, Port Suez, Mesir pada Desember 1973 hingga Oktober 1974.

Menjadi Komandan Dalam Operasi Seroja di Timor Timur

Setahun bertugas di sana, Luhut Pandjaitan kembali ke Tanah Air. Nah, setelah pulang ke Indonesia usai bertugas di Timur Tengah ini, Luhut pernah dipanggil om atau paman oleh putri pertamanya, Paulina Uli Pandjaitan.

“Terkait tentara, katanya opung (kakek bahasa Batak, red) sempat sibuk itu jadi tidak banyak waktu bersama Kak Uli, anak pertama. Katanya Kak Uli sempat pas opung datang, om katanya, dipanggil om?” ujar Bene Dion.

Baca Juga: Dugaan Suap dan Gratifikasi Lukas Enembe, KPK Panggil 7 Saksi

Luhut Pandjaitan pun membenarkan hal tersebut. “Ya pernah itu, dia (Uli, red) nangis kok tiba-tiba ada laki-laki. Habis tugas di Timur Tengah. Tiba-tiba dia sudah besar, saya datang pas sudah besar,” ungkap Luhut.

Diketahui, Luhut pernah menjadi Komandan Tim C Grup 1 Para Komando Satuan Lintas Udara dalam operasi Seroja di Timor Timur (sekarang Timor Leste) pada 1975.

“Kemudian tahun 1975 ada operasi kita untuk masuk di Tim-tim. Jadi, saya terjunlah di sana sekitar tahun 1975 Desember, dari situ saya lama berkiprah di Kopassus sampai kemudian saya ditugaskan ke mana-mana, sekolah ke mana-mana,” ungkapnya.

Menjabat Sebagai Duta Besar RI untuk Singapura

Luhut juga mengaku pernah menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura pada 1999.

“Tapi saya bertugas itu hanya enam bulan kali dubes itu. Kemudian, April atau Maret tahun 2000 saya dipanggil ke Indonesia oleh Gus Dur untuk jadi Menteri Perindustrian Perdagangan. Selama 1,5 tahun saya jadi Menperindag, kemudian Gus Dur turun, ya saya juga ikut dilengserin,” ujar suami Devi Simatupang ini. Setelah tak menjabat menteri, Luhut Pandjaitan menjadi pengusaha. “Tahun 2000 terus terpikir bikin sekolah.

Saya bikin dua bidang, artificial intelligence dan biotek,” ujar Luhut yang tengah mengenakan kemeja putih lengan pendek.

Politeknik Informatika Del didirikan pada 2001. “Bisnis saya sukses, berkembanglah sekolah ini, akhirnya dalam tahun 2012 kita tingkatkan jadi Institut Teknologi Del,” ucapnya.