Menginap di Surga
Kisah Pria yang Menginap di Surga Setiap Malam

Kisah Pria yang Menginap di Surga Setiap Malam – Alkisah pria yang setiap malam menginap di surga. Laki-laki ini gemar menimba ilmu. Ia memiliki satu orang guru yang setiap hari ia sambangi untuk menambah wawasannya tentang agama Islam.

Namun suatu ketika, laki-laki itu tidak lagi mendatangi gurunya, sang Syaikh. Lantas, gurunya tersebut pun bingung dan mencoba mencari kabar ke mana muridnya itu pergi.

“Apakah ia sakit? Ataukah ada hal buruk menimpanya?” ucap Syaikh tersebut.

Tak lama kemudian, Syaikh mendapat kabar bahwa muridnya itu dalam keadaan baik-baik saja. Kabari itu membuat Syaikh lega sekaligus bingung. Jika muridnya itu sehat, kenapa ia tidak lagi hadir ke majelis ilmu?

Syahdan, Syaikh pergi ke rumah muridnya itu untuk mengetahui kebenarannya. Setelah tiba pada kediaman muridnya, betul adanya bahwa muridnya dalam keadaan sehat dan baik-baik saja.

“Ya muridku, kenapa kamu tidak lagi datang ke majelis ilmu?” tanya Syaikh pada muridnya.

Murid itu menjawab bahwa saat ini saya sudah mencapai surga. Maka tak lagi saya pergi ke majelis ilmu.

“Saya pergi ke majelis ilmu Anda karena saya ingin masuk surga. Namun, sekarang saya sudah bisa ke surga,” jawab murid tersebut.

“Kalau sudah malam, malaikat datang kepadaku dan membawaku ke surga. Lalu, aku menginap di sana sampai fajar terbit dan aku kembali pulang,” imbuhnya.

Sang Syaikh bingung bukan kepalang. Bagaimana cara muridnya bisa sampai ke surga? Mendengar jawaban tersebut, Syaikh mengatakan pada muridnya bahwa ia ingin ikut.

Malam pun tiba, seorang laki-laki datang kepada mereka berdua. Muridnya mengatakan bahwa itu adalah sosok malaikat yang akan mengantarkan mereka ke surga. Lantas, dibawalah mereka berdua ke surga.

Mereka duduk di bawah sebuah pohon dengan sungan dan burung berterbangan. Mereka berbincang-bincang hingga pagi sampai waktunya pulang.

“Syaikh, mari kita pulang karena sudah waktunya,” ajak muridnya.

Namun, Syaikh tidak mau pulang. Untuk apa pulang ketika seseorang sudah tinggal di surga? Begitu ungkapnya.

Menginap di Surga, Hati-hati Tipu Daya Setan

Baca juga: Investasi Bodong, Jangan Tergiur Untung Yang Fantastis

Kala mendengar gurunya tidak mau pulang, muridnya marah dan meninggalkannya. Namun, saat hendak pergi, ternyata sang fajar sudah menyingsing. Sinarpun mulai merebak menerangi seluruh tempat itu.

Ternyata tempat itu bukanlah surga. Mereka berada di tempat pembuangan sampah yang ada di Baghdad.

“Ini adalah tipu daya setan,” ucap sang guru pada muridnya.

Kisah ini mengajarkan kita bahwa dalam menimba ilmu, kerap kali setan datang menggoda. Jika kita kaitkan kisah tersebut pada kehidupan nyata, berapa kali kita menganggap hal lain lebih indah dari majelis ilmu? Berapa kali kita terlena pada kehidupan dunia dan tidak menyambangi guru kita?

Allah berfirman:

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

“Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya. kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka” (QS. Shad: 82-83).

Iblis dan setan berjanji pada Allah subhanahu wa ta’ala untuk terus mengganggu manusia. Itulah sebabnya mengapa kita harus berhati-hati dan waspada atas tipu daya setan. Bahkan, seorang yang rajin menimba ilmu pun tak lepas dari tipu dayanya.

Berikut ini beberapa doa berlindung dari godaan setan:

وَقُلْ رَّبِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزٰتِ الشَّيٰطِيْنِ ۙ – ٩٧
Wa qur rabbi a’ụżu bika min hamazātisy-syayāṭīn

“Dan katakanlah: Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan.” (QS. Al-Mu’Minun: 97)

Semoga kita menjadi orang yang selalu berlindung kepada Allah dari godaan setan.