Kisruh Revitalisasi Monas Berlanjut, Revitalisasi Sementara Dihentikan
beritabaru.id - Kisruh Revitalisasi Monas Berlanjut, Revitalisasi Sementara Dihentikan

Kasus revitalisasi kawasan Monas terus menjadi bahan pembicaraan. Hal ini tidak terlepas dari ketidak sinkronisasian antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Pemerintah Pusat dalam proyek tersebut.

Pengerjaan revitalisasi Monas yang sudah dilaksanakan sejak pertengahan Januari ini menimbulkan sejumlah reaksi, antara lain reaksi yang dilakukan oleh Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) yang melakukan aksi protes di depan Balai Kota DKI Jakarta. Walhi menolak adanya proses revitalisasi tersebut dikarenakan menurut mereka hal itu bukan kegiatan yang mendesak.

Ditambah Pemprov DKI telah menebang 190 pohon untuk proyek revitalisasi ini. Namun begitu, Pemrov DKI membantah ratusan pohon itu ditebang, melainkan ratusan pohon tersebut hanya digeser ke tempat lain.

Menanggapi hal itu, Ketua Koordinasi Aksi Walhi Rehwinda Naibaho mengatakan bahwa pembangunan revitalisasi ini tidak ada urgensinya. Hal ini disampaikan dia ke media CNNIndonesia saat beraksi di depan Balai Kota.

“Tadinya kan itu bagian dari ruang terbuka hijau Jakarta, dan sekarang akan dibangun untuk plaza, (tempat) budaya dan kolam. Itu kan tidak ada urgensinya,” tutur.

Dalam keterangannya, Rehwinda menyebutkan bahwa saat ini Jakarta lebih membutuhkan ruang terbuka hijau  (RTH). Dan  Pencabutan pohon serta menggantikannya dengan plaza yang dilapisi beton bukan pilihan terbaik.

“Bukannya mengejar pemenuhan RTH, Pemprov malah mengurangi. Revitalisasi mengorbankan ratusan pohon yang merupakan paru-paru Jakarta,” ucapnya.

Dilansir dari CNNIndonesia, luas DKI Jakarta sebesar 661,5 kilometer persegi harusnya memiliki ruang terbuka hijau sebanyak 30 persen. Namun sampai saat ini, DKI Jakarta hanya memiliki ruang terbuka hijau sekitar 9,8 persen.

“Bukannya mengejar pemenuhan RTH, Pemprov malah mengurangi. Revitalisasi mengorbankan ratusan pohon yang merupakan paru-paru Jakarta,” sambung Rehwinda.

Karenanya, Rehwinda meminta Pemprov DKI untuk segera menghentikan proyek tersebut, selain itu pihaknya juga meminta Pemprov DKI untuk menanam kembali pohon pohon yang telah ditebang tersebut.

“Kita tuntutannya agar Pemprov DKI segera menghentikan proyek revitalisasi dan segera mengembalikan kembali seperti semula sesuai fungsinya,” kata dia.

Baca Juga: Tiga Kurir Pelaku Penyalahgunaan Narkoba Tewas Di TKP

Pemprov DKI Menghentikan Sementara Proyek Revitalisasi Monas 

Setelah menjadi persoalan yang tak kunjung selesai, akhirnya pada berenti dikerjakan pada hari Rabu. Hal ini terlihat dari tidak adanya aktifitas kegiatan revitalsiasi di kawasan monas tersebut.

Hal ini dilakukan sejak Mensegneg Pratikno meminta Pemprov DKI Jakarta untuk menghentikan proses revitalisasi Monas sementara waktu. Perintah ini dikeluarkan karena Pemprov DKI belum mengantongi izin revitalisasi dari Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka.

“Karena itu (izin) jelas belum ada, ada prosedur yang belum dilalui ya kita minta untuk disetop dulu,” ujar Pratikno di Kementerian Sekretariat Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat.