KKB Kembali Berulah, Tembaki Warga Sipil di Ilaga Hingga Tewas
beritapapua.id - evakuasi jenazah korban penembakan KKB (foto : okezone)

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali melakukan aksinya kali ini dengan menembaki warga sipil di Ilaga, Kabupaten Puncak pada Kamis (03/06/2021) siang.

Penembakan itu terjadi saat sekelompok warga kurang lebih 10 orang ingin pergi menuju Kampung Aromaga dengan menggunakan mobil. Namun dalam perjalanan mereka ternyata mendapatkan hadangan dari KKB dan kemudian melakukan penembakan.

Kapolres Puncak, I Kompol I Nyoman Punia memberikan keterangan terkait atas kejadian tersebut. Ia mengatakan memang 10 orang tersebut mendapatkan hadangan dari empat orang KKB.

“Tadi siang ada sekitar 10 orang menggunakan mobil hilux menuju Kampung Aromaga, namun ditengah jalan mereka dihadang oleh empat orang anggota KKB yang membawa dua pucuk senjata ladas panjang dan laras pendek dan langsung melepas tembakan kearah korban,” ujarnya.

Ia juga mengatakan akibat dari aksi KKB itu mengakibatkan satu warga meninggal dunia. Dan hal tersebut membuat bertambahnya korban sipil akibat aksi dari KKB.

“Akibat penembakan tersebut, satu warga bernama Habel Halenti meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujarnya.

Rekan Korban Dari Tembakan KKB Melapor ke Polres Puncak

Ia juga menjelaskan saat kejadian tersebut, rekan korban yang melihat korban menerima tembakan dari KKB langsung melompat dan melarikan diri untuk menyelamatkan diri. Rekan korban yang berhasil melarikan diri kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Puncak.

Baca Juga : Danrem Ajak Masyarakat Sorong Terus Terapkan Protokol Kesehatan

“Begitu korban ditembaki, yang lain langsung melompat dari mobil dan lari menyelamatkan diri, kemudian melapor ke Polres Puncak,” jelasnya.

Menerima laporan dari rekan korban, aparat gabungan TNI-Polri langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Namun saat para aparat tiba di wilayah terjadi penembakan tersebut, ada tembakan juga yang aparat terima dari ketinggian.

Dan hal itu membuat kontak tembak antara aparat gabungan TNI-Porli dan KKB terjadi selama 15 menit.

“Saya memimpin langsung proses evakuasi, namun saat kami tiba dilokasi kami ditembaki dari ketinggian sehingga dibalas oleh anggota dan terjadi kontak tembak sekitar 15 menit di lokasi,” tuturnya.

Ia menjelaskan setelah terjadinya kontak tembak tersebut, pihaknya langsung melakukan evakuasi kepada para korban. Dan kemudian akan membawa korban menuju ke Puskemas Ilaga.