KKB Tembak Pelajar di Kampung Mudidok Papua
Beritapapua.id - KKB Tembak Pelajar di Kampung Mudidok Papua - VOA

KKB Tembak Pelajar di Papua – Aksi penembakan kembali dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), kali ini sasarannya adalah dua orang pelajar di Kampung Mundidok, Distrik Illaga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua. Satu dari dua korban tewas, sedang yang satu lainnya sedang dalam kondisi kritis.

Dua korban penembakan itu bernama Atanius Murib (16) dan Manus Murib (16). Atanius tewas di lokasi, sedangkan Manus yang mengalami luka tembak masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Kolonel CZI IGN Suriastawa mengungkapkan bahwa KKB lah yang melakukan penembakan tersebut. Sedangkan KKB sendiri menuding bahwa TNI lah yang berada di belakang peristiwa naas tersebut.

Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom menuturkan bahwa penembakan terhadap dua pelajar itu dilakukan oleh pasukan TNI-Polri.

“Manajemen markas pusat Komnas TPNPB-OPM telah terima laporan resmi dari Ilaga, hari ini bahwa terjadi penembakan terhadap pelajar. Penembakan ini dilakukan oleh pasukan TNI-Polri,” kata Sebby, Sabtu (2/11).

Sebby pun mengaku keberatan dengan tudingan TNI yang mengatakan bahwa kelompoknya yang melakukan aksi tersebut. Sebby mengatakan pada hari itu, tidak ada kontak senjata antara TNI dan OPM.

“TPNPB-OPM sampaikan kepada semua pihak bahwa TNI-Polri sedang melakukan penipuan publik dengan dalil bahwa pasukan kami yang tembak warga sipil. Dalam hal ini kami dari pihak TPNPB-OPM sampaikan kepada publik bahwa yang tembak warga sipil di Ilaga adalah anggota TNI-Polri. Mereka harus bertanggung jawab,” ungkapnya.

Baca Juga: Dinkes Mimika Membangun Tiga Puskesmas Di Pesisir Barat

TNI Memastikan Bahwa OPM adalah Pelakunya

IGN Suriastawa pun memastikan bahwa OPM lah yang melakukan penembakan tersebut.

“KSB kembali berulah, kali ini korbannya warga asli Papua. Penembakan kali ini diduga dilakukan oleh KSB terhadap dua di Distrik Sinak menuju Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua,” kata Suriastawa.

Suriastawa mengatakan bahwa motif penembakan ini lantaran OPM tidak mendapatkan dukungan dari masyarakat. Penembakan ini sendiri adalah bentuk intimidasi kepada masyarakat. Tuduhan kepada TNI-Polri, menurutnya adalah upaya memutarbalikkan fakta.

“Motif pemutarbalikan fakta dan playing victim melalui media massa selalu menjadi trik dari kelompok pro KSB serta pendukungnya di dalam dan luar negeri untuk menyudutkan pemerintah Indonesia,” tegas Suriastawa.