Komisi IV DPR Papua Desak Segera Rampungkan Venue PON XX
beritapapua.id - Venue sofbol yang dibangun di kawasan AURI Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua yang sudah rampung. (foto : jubi)

Komisi IV DPR Papua desak dinas terkait untuk segera merampungkan sarana penunjang arena Pekan Olahraga Nasional (PON XX) Papua.

Anggota Komisi IV DPR Papua, Arnold Walilo mengatakan pihaknya telah melakukan kunjungan kerja ke beberapa arena PON di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura pada pekan lalu. Pada kunjungannya tersebut, Walilo menemukan ada beberapa sarana penunjang yang sampai saat ini belum rampung pengerjaannya.

Ia mencontohkan kondisi venue cabang olahraga menembak di Doyo Lama, Distrik Wiabu, Kabupaten Jayapura. Pembangunan sarana penunjang seperti drainase, pagar, dan penataan kawasan itu baru mencapai 60 – 70 persen dari total pekerjaan.

Kondisi yang sama juga terkihat di venue bisbol, sofbol, voli indoor, dan voli pasir yang terletak di Kota Jayapura.

”Pekerjaan sarana penunjang arena itu, misalnya drainase, lahan parkir, penataan di sekitar venue, dan lainnya baru berkisar 60 – 70 persen,” kata Arnold Walilo kepada Jubi, Senin (19/7/2021).

Walilo menyatakan pengerjaan sarana penunjang arena PON itu merupakan tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Provinsi Papua.

Untuk itu ia berharap, Dinas PUPR, Dinas Olahraga dan Pemuda, serta Panitia Besar PON XX Papua, dapat bisa bekerjasama untuk segera bisa menyelesaikan pekerjaan yang belum tuntas.

“Pelaksanaan PON XX Papua tinggal 75 hari. Kita harap pada September 2021 semua sudah selesai, atau sebelum uji coba venue,” ujarnya.

Walaupun Kondisi Mendesak, Namun Tidak Menurunkan Kualitas Pekerjaan

Walaupun dengan kondisi mendesak, ia berharap semua pihak yang terkait tidak menurunkan kualitas pekerjaannya dalam membangun sarana penunjang venue.

“Jangan sampai karena mengejar target, kemudian kualitas pekerjaan tidak sesuai yang diharapkan,” ucapnya.

Baca Juga : Berpusat di 75 Masjid, Warga Mimika Sholat Ied Berjamaah

Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPR Papua, Herlin Beatrix Monim mengatakan pembangunan sarana penunjang arena PON, termasuk akses jalan, menggunakan anggaran tahun jamak 2020, 2021, hingga 2022.

“Sarana penunjang itu dikerjakan Dinas PUPR dari dana APBD Papua, nilainya sekitar Rp140 miliar,” kata Monim pada pekan lalu.

Monim menyatakan pihaknya berencana mengundang dinas terkait dan meminta penjelasan mengapa pembangunan sarana penunjang arena lambat.