Komisi IV DPR Papua Minta Kemenkominfo Jamin Layanan Akses Internet
beritapapua.id - Suasana pertemuan Komisi IV DPR Papua dengan Kemenkominfo (foto : istimewa)

Komisi IV DPR Papua yang membidangi infrastruktur meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kemenkominfo menjamin layanan akses internet di Papua. Karena memang sebelumnya Papua juga sempat memiliki kendala layanan akses internet yang membuat layanan akses internet saat itu terganggu.

Permintaan itu Komisi IV DPR Papua sampaikan saat bertemu Dirjen terkait Kemenkominfo, di Jakarta pada, Selasa (08/06/2021).

Wakil Ketua Komisi IV DPR Papua, Thomas Sondegau mengatakan pihaknya meminta perhatian kementerian, sebab akses internet di Papua beberapakali terganggu. Hal ini lantaran putusnya kabel fiber optik bawah laut pada sejumlah titik. Situasi ini kembali terjadi di wilayah Jayapura dan sekitarnya sejak 30 April 2021.

Akibat putusnya kabel fiber optik bawah laut di antara perairan Sarmi dan Biak Numfor itu mengakibatkan akses internet pada Wilayah Jayapura dan sekitarnya menjadi terganggu.
Layanan internet untuk wilayah Jayapura pun baru kembali mulai pulih pada 8 Juni 2021 sekitar jam 15.00 WP.

Memasang Jaringan Internet Cadangan

Menurutnya, Komisi IV DPR Papua menyampaikan sejumlah poin kepada Kemenkominfo. Pihaknya tidak ingin situasi ini kembali terjadi di Papua. Apalagi saat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional atau PON ke-20 awal Oktober 2021. . Dan layanan akses internet tidak boleh mati saat pelaksanaan PON XX sebab itu akan mengganggu jalannya pelaksanaan PON XX.

Baca Juga : Faktor Followers Jadi Alasan Pemilihan Nagita Slavina Jadi Duta PON XX

Thomas Sondegau juga mengatakan, pihaknya meminta kementerian segera memasang jaringan internet cadangan, untuk empat wilayah penyelenggaraan PON di Papua, yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Merauke, dan Mimika.

Pemasangan jaringan internet cadangan ini memang juga untuk membackup jika sewaktu waktu terjadi gangguan akses internet di Papua, seperti sebulan terakhir.

“Mesti ada dukungan penuh dari pusat. Kementerian menyanggupi itu. Kalaupun nanti ada kabel putus dll akses internet di Papua takkan seperti ini lagi,” ujarnya.

Ia menambahkan, komisinya juga alasan mendasar di balik putusnya kabel fiber optik di laut Sarmi-Biak.

“Harus ada penjelasan secara resmi dari menteri kepada rakyat Papua agar rakyat Papua tahu,” katanya.

Sebelumnya, pihak PT Telkom Papua memprediksi layanan internet di Jayapura dan sekitarnya akan pulih pada 6 Juni 2021. Akan tetapi, hingga waktu itu akses internet di sana belum juga normal. Layanan internet pun baru pulih pada 8 Juni 2021 sekitar jam 15.00 WP serta layanan internet itu nanti terus melakukan perbaikan agar bisa terus berjalan normal.