Konferensi XXII PGRI di Jayawijaya Untuk Satukan Persepsi Dalam Memajukan Pendidikan
beritapapua.id - Suasana pelaksanaan konferensi PGRI Jayawijaya. (Dok. Jayawijayakab)

Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya Thony M.Mayor S.Pd.,MM secara resmi membuka Konferensi PGRI Kabupaten Jayawijaya Ke-22 Periode 2022-2026, yang berlangsung di gedung Ukumiarek Asso, Kamis (21/04/2022).

Konferensi yang berlangsung sehari mengusung tema “Kita Perkuat PGRI Sebagai Wadah Penguatan Peran Strategis Dalam Mewujudkan Guru yang Profesional, Bermanfaat, Sejahtera untuk Pendidikan yang Mutu”.

“Tema kegiatan hari ini mengingatkan kita tentang tugas utama guru dalam dunia pendidikan, yakni mendidik, mengajar, membimbing, serta mengarahkan peserta didik,” ungkap Sekda.

Menurutnya konferensi menjadi momen tepat untuk bertukar pikiran tentang perkembangan pendidikan di kabupaten Jayawijaya.

“Melalui momen ini seluruh PGRI dapat duduk bersama berunding tentang perkembangan pendidikan di Jayawijaya,” katanya.

Kurangnya Tenaga Guru Professional

Ia mengakui bahwa pendidikan di Jayawijaya belum bisa berjalan dengan sempurna dengan probelematika yang ada. Salah satunya kurangnya sumber daya tenaga guru professional dalam melakukan pelayanan pendidikan di wilayah itu.

“Keberadaan guru di kabupaten Jayawijaya baik yang sudah menjadi ASN maupun tenaga kontrak sebenarnya sudah dapat memenuhi kuota kebutuhan tenaga guru di setiap jenjang pendidikan, mengingat di Jayawijaya terdapat beberapa sekolah tinggi bidang pendidikan yang setiap tahunnya meluluskan puluhan bahkan ratusan sarjana pendidikan,” katanya.

Baca Juga: Diserang Hoax Bertubi-tubi Lukas Enembe Bakal Lapor ke Cyber Polda Papua

Untuk itu sekda mengajak seluruh peserta konfrensi untuk dapat membahas permasalahan terkait kurangnya tenaga pengajar profesional di wilayah itu.

Harapannya adanya konferensi ini dapat menghasilkan sinergitas program kerja antara PGRI dengan arah kebijakan pembangunan pendidikan di kabupaten Jayawijaya.

Sementara itu, Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya, Bambang Bidiandoyo mengungkapkan bahwa sejak tahun 2015 PGRI di Jayawijaya sempat mengalami kevakuman.

Untuk itu konferensi tersebut ini digelar dalam memperkuat kembali PGRI yang selama ini vakum.

Ia juga berharap kongres PGRI ini dapat menyatukan kembali persepsi dan motifasi kepada para guru di Jayawijaya.

“Kami berharap, dengan adanya kongres ini ada kesatuan persepsi bahasa sehingga guru-guru mulai membangkitkan rasa bahwa guru adalah jiwaku dan panggilanku, sehingga mereka bukan semata-mata menjadi guru karena pilihan yang terpaksa tetap lebih pada kesadaran bahwa guru harus menjadi agen perubahan, dan itu bisa dikoordinasikan dan bisa disatukan persepsinya melalui PGRI,” ungkapnya.