Konflik Selesai, Bupati Puncak Minta Pengungsi Pulang
beritapapua.id - ilustrasi konflik. (foto : istimewa)

Pemerintah Kabupaten Puncak membuat upacara bakar batu babi di Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (8/7/2021). Bupati Puncak, Willem Wandik menyatakan bakar batu itu menandai selesainya perang dan eskalasi konflik bersenjata yang terjadi di Puncak sejak akhir April lalu. Saat upacara bakar batu, terdengar sejumlah suara tembakan, hingga para peserta bakar batu sempat membubarkan diri.

Upacara bakar batu babi pada Kamis digelar di Lapangan Trikora, Ilaga. Ratusan warga dan pengungsi di Ilaga turut menghadiri bakar bantu.Dalam bakar batu itu, Wandik berpidato dihadapan ratusan warga dan pengungsi, menyatakan perang, yang dalam bahasa setempat disebut “wim” sudah selesai. “Wim sudah selesai,” kata kata Wandik seusai makan bersama di lokasi itu.

Kepada wartawan, Wandik menyatakan upacara bakar batu itu dilakukan untuk menyamakan persepsi semua pihak bahwa konflik bersenjata di Puncak telah berakhir.

Bupati Puncak Meminta Para Pengungsi Segera Pulang

“Selama dua bulan ini, masyarakat tidak ada aktivitas karena mengungsi. Jadi, bakar batu itu tanda untuk menyamakan persepsi antara situasi yang kemarin, karena kami melihat masyarakat agak trauma. Kita hadir dalam bakar batu itu sebagai awal bagaimana masyarakat bisa jalan ke kampung masing-masing. Intinya bisa pulang,” kata Wandik.

Wandik meminta para warga sipil yang mengungsi segera pulang agar dapat kembali membangun rumah, membuka kebun, dan memperbaiki kandang ternak yang telah rusak karena ditinggalkan sejak akhir April lalu. Akan tetapi, Wandik mengakui bahwa dia tak dapat memberikan jaminan keamanan bagi pengungsi yang pulang.

Baca Juga : DPR PB Pastikan 14 Poin Usulan Terakomidir Pengesahan UU Otsus

Wandik menyatakan para pengungsi di Ilaga sudah dilepas untuk pulang. Akan tetapi, jika eskalasi konflik terjadi lagi, mereka boleh mengungsi lagi ke Ilaga.

“Jadi, resmi hari ini kita sudah lepas pulang. Kalau terjadi apa-apa lagi mari kembali ke sini,” ujarnya.

Saat upacara bakar batu itu berlangsung, sekitar 13.45 WP, terdengar bunyi tembakan. Selama satu jam berikutnya, terdengar sedikitnya 12 bunyi tembakan lainnya. Warga yang berkumpul di Lapangan Trikora sempat berlarian menyelamatkan diri. Namun, kemudian mereka berdatangan lagi dan mengikuti bakar batu.