Kongres V PAN Menuai Kericuhan
beritapapua.id - Kongres V PAN Menuai Kericuhan - nasional.kompas.com

Kongres V Partai Amanat Nasional (PAN) diwarnai kericuhan, kericuhan tidak terelakan selama perhelatan Kongres V PAN di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara. Kericuhan dipicu karena batas waktu pendaftaran peserta Kongres PAN yang telah habis masa waktunya namun masih ada yang bisa mendaftar, sehingga ada dugaan panitia telah menyalahi aturan.

Suasana Kongres memanas hingga terjadi keributan antar peserta. Calon Ketua Umum (Caketum) PAN Petahana Zulkifli Hasan (Zulhas) menyesalkan terjadinya keributan di Hotel tersebut. Akibat dari kericuhan tersebut terjadi pula pengambilan paksa sejumlah elektronik berupa komputer untuk pendataaan peserta kongres

Zulhas menyebutkan nama Asri Anas sebagai pihak yang memimpin keributan. Asri Anas merupakan Koordinator tim konsolidasi lapangan pemenangan Caketum Mulfachri Harahap, Menurut beliau dari awal registrasi berjalan dengan lancar, namun untuk wilayah Maluku bermasalah lantaran ada sengketa antar ketua DPW, yang pada akhirnya panitia menjadi kesulitan mendata dan mencoba melakukan registrasi peserta secara manual.

Sedangkan pada Kubu Mulfachri membatah tudingan tersebut. Pihakya hanya ingin mengingatkan agar panitia kongres tidak bertindak diskriminatif. Ia menjelaskan hanya ingin meminta panitia untuk menjalankan peraturan dan mekanisme kongres yang sudah ditetapkan steering committee (SC). Yaitu, pendaftaran atau registrasi peserta kongres dilakukan di lokasi yaitu di Hotel Claro, Kendari. Pada pendaftaran tersebut harus dilakukan masing-masing peserta, bukan kolektif

Mulfachri menyebut pendukung Caketum Zulkifli Hasan mendaftar di Kota Makssar tempat mereka transit dan konsolidasi, bukan di lokasi kongres bahkan registrasi secara bersamaan. Semua mekanisme yang di putuskan oleh SC dianggap dilanggar panitia dan kubu Zulhas.

Baca Juga: Akibat Perundungan, Siswa SMP Harus Merelakan Jarinya

Peristiwa Saling Lempar Kursi Terjadi

Dua kubu pendukung Mulfacri Harahap dan Zulkifli Hasan saling lempar kursi dan botol air mineral yang ada di ruangan sidang. Keributan terjadi saat skorsing atau pengehentian sementara sidang kongres tersebut. Kericuhan terjadi saat pendukung Zulhas tidak mau keluar ruangan kongres, yang memancing kemarahan pendukung Mulfachri, sehingga gesekan keduanya terjadi. Akibatnya ruang kongres berantakan, dan kursi berhamburan.

Dari kejadian itu pula sebagian orang terluka akibat terkena benturan dari kursi yang dilempar diruang sidang. Melihat keributan yang terjadi SC Kongres V PAN terpaksa menunda jalnnya sidang sembari panitia kembali mendata peserta yang diperbolehkan masuk ke ruang sidang.