KONI Provinsi Papua Berharap Pemerintah Tidak Mengundurkan PON XX
Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya (foto : jubi)

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua berharap Pemerintah Pusat tak lagi memundurkan event Pekan Olahraga Nasional (PON) XX. Hal ini lantaran event kebanggaan rakyat Papua itu hanya tersisa lima bulan saja. Dan alasan mundurnya karena alasan keamanan.

KONI Papua menegaskan sampai dengan saat ini situasi sangat aman, khususnya di empat klaster penyelenggaraan tetap dalam kondisi aman kondusif.

KONI tak mau rentetan kejadian di provinsi tertimur Indonesia ini dikatikan dengan keamanan yang tak kondusif jelang pelaksanaan PON XX.

Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya, menjamin jika situasi keamanan di empat klaster aman. Keempat klaster tersebut yakni Kota dan Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, serta Kabupaten Merauke dalam keadaan kondusif.

“Kita berharap supaya tidak ada lagi penundaan PON XX. Jadi dengan situasi atau dinamika yang ada di sini itu perlu jeli melihatnya. Artinya, tempat kejadian itu jauh dari tempat penyelenggaraan PON. Sehingga jangan kemudian men-justice bahwa Papua tidak aman dan demi keselamatan atlet dan segala macam. Saya pikir ini informasi yang tidak mendapatkan sumber valid,” ujar Kenius kepada wartawan, baru-baru ini.

PON XX Sudah Pernah Tertunda Selama Setahun

Dalam hal ini ia menegaskan bahwa PON telah pernah tertunda setahun dan bangunan atau fasilitas jika tidak segera menggunakannya akan jadi rusak.

“PON ini harus tetap dilaksanakan karena kita sudah menunda setahun, bangunan ataupun fasilitas yang sudah dibangun kalau tidak digunakan tidak dirawat akan jadi rusak. Kemudian cost yang dikeluarkan juga cukup besar untuk pembinaan prestasi, karena penundaannya sudah setahun,” sambungnya.

Baca Juga : Jelang Peparnas NPC Papua Mendegradasi Lima Orang Atlet Cabor Atletik

Kenius minta kepada seluruh kontingen di Indonesia untuk tak ragu mengirimkan atletnya untuk mengikuti PON XX. Terlebih, masing-masing provinsi sudah sangat percaya dengan kesiapan Papua ketika mendengar langsung pemaparan Panitia Besar PON dalam Chef de Mission (CdM) meeting berapa waktu lalu.

“Kita harapkan pemerintah tidak menunda lagi karena alasan keamanan, karena keamanan itu sudah pasti terjamin. Klaster Jayapura, Merauke, dan Timika itu sangat aman situasinya. Saya rasa ini perlu ada pencerahan kepada seluruh kontingen. Saya imbau kontingen dari seluruh Indonesia tidak perlu cemas dan tidak perlu takut. PB PON juga memberikan sosialisasi bahwa Papua aman di empat klaster,” katanya.

Perhelatan PON XX akan berlangsung pada tanggal 2-15 Oktober tahun ini dan akan berlangsung di empat klaster, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Merauke, dan Kabupaten Mimika.