Konspirasi Djoko Tjandra dengan Jaksa Pinangki
Beritapapua.id -Konspirasi Djoko Tjandra dengan Jaksa Pinangki - Tribun

Konspirasi Djoko Tjandra dengan Jaksa Pinangki – Kejaksaan Agung (Kejagung) menduga Jaksa Agung Pinangki Sirna Malasari dan Djoko Tjandra berkonspirasi untuk mendapatkan fatwa dari Mahkamah Agung (MA).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono menuturkan bahwa fatwa tersebut diurus agar Djoko Tjandra tidak dieksekusi dalam kasus pengalihan hak tagih Bank Bali.

“Konspirasinya atau dugaannya adalah perbuatan agar tidak eksekusi oleh jaksa, meminta fatwa kepada Mahkamah Agung,” kata Hari dalam Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (27/08).

Heri mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar November 2019 hingga Januari 2020. Menurut penyidik, fatwa tersebut ternyata tidak berhasil.

“Peran masing-masing itu sedang digali oleh penyidik untuk mendapatkan gambaran seluas-luasnya bagaimana hubungan antara eksekutor dengan yang diharapkan meminta fatwa itu,” ucap dia.

Untuk pemeriksaan terhadap pihak MA nantinya tergantung dari temuan bukti.

Untuk saat ini, Pinangki dan Djoko Tjandra telah menjadi tersangka kasus penyuapan. Djoko Tjandra sebagai tersangka pemberi suap sedangkan Pinangki sebagai tersangka penerima suap.

Kejagung sendiri masih belum menetapkan Rahmad S sebagai tersangka. Padahal, Rahmad S adalah sosok yang mempertemukan Jaksa Pinangki dengan Djoko Tjandra. Namun Kejagung mengaku belum menemukan alat bukti yang cukup kuat untuk menetapkan Rahmad S sebagai tersangka.

Hari menambahkan bahwa tim penyidik masih membuka peluang untuk menetapkan tersangka baru dalam perkara ini.

Baca Juga: Alexandro Felix Kamuru, Bocah Ajaib Timnas Indonesia U-16

Vonis Menanti Djoko Tjandra dan Jaksa Pinangki

Djoko Tjandra sendiri terjerat hukuman dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Atau Pasal 5 ayat 1 huruf b UU Tipikor atau pasal 13 UU Tipikor

Sedangkan Pinangki terjerat hukuman dengan Pasal 5 ayat 2 Undang-Undang Tipikor dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 250 juta.

Saat ini Kejagung menahan Pinangki dalam Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung. Kejagung menduga Pinangki menerima uang suap sebesar 500 ribu US dollar, atau sekitar Rp 7,4 milliar. Pinangki juga berperan dalam memuluskan permohonan peninjauan kembali (PK) Djoko Tjandra. Selain itu, Pinangki sempat bertemu dengan Djoko Tjandra di Malaysia.