Vitamin Masa Pandemi
Buah dan Sayuran. Source: Google

Konsumsi Vitamin Apa yang Cocok saat Masa Pandemi? – Meski pandemi, kita tak dapat menghindari berbagai aktivitas demi menunjang kehidupan kita. Tak sedikit dari kita yang harus berjibaku dengan dunia luar demi meraih nafkah untuk keluarga. Untuk itu, menjaga kesehatan adalah keharusan.

Selain menerapkan pola hidup yang sehat dan makan makanan bergizi, kita perlu menambah asupan vitamin. Mengonsumsi suplemen adalah salah satu cara untuk menambah kekebalan tubuh terhadap penyakit, termasuk virus corona.

Ada banyak suplemen dengan banyak kandungan vitamin. Lantas, vitamin apa yang cocok saat pandemi?

Konsumsi Vitamin C di Masa Pandemi

Baca juga: Penting Ketahui Fungsi Vitamin A dan Asal-usulnya

Vitamin C adalah vitamin yang paling populer untuk menjaga kekebalan tubuh. Vitamin ini mampu mendukung tubuh untuk melawan berbagai penyakit. Salah satunya menangkal virus corona dan virus yang menyerang sistem pernapasan manusia.

Menurut Pedoman Tatalaksana Covid-19 Edisi 3, mengonsumsi vitamin C adalah salah satu cara menangkal corona. Vitamin ini secara alami terkandung dalam sejumlah buah-buahan dan sayur. Antara lain jambu, kiwi, jeruk, stoberi, pepaya, leci, dan lain dan masih banyak lagi.

Untuk sayur, vitamin C terkandung pada brokoli, bayam, kubis, cabai, kale, dan lain sebagainya.

Namun, kita perlu memperhatikan takaran dalam mengonsumsi vitamin C. Untuk anak usia 1-3 tahun, maksimal mengonsumsi 400mg vitamin C perhari. Sementara anak usia 4-8 tahun maksimal 600mg/hari. Lalu, pasien anak berusia 9-13 tahun maksimal 1,2gram/hari.

Untuk dewasa, laki-laki berusia 13-15 tahun memerlukan 75 mg/hari. Sementara untuk perempuan berusia sama membutuhkan sebanyak 65 mg/hari. Selanjutnya, bagi laki-laki berusia 16 tahun ke atas membutuhkan 90 mg/hari. Sedangkan perempuan berusia 16 tahun ke atas sebanyak 75 mg/hari.

Vitamin D

Baca juga: Kini Polda Papua Barat Buka Pengaduan Via Online dan SMS

Selain vitamin C, kita memerlukan tambahan vitamin D untuk membentengi tubuh dari infeksi. Menurut The Journal of Steroid Biochemistry and Molecular Biology, vitamin D ampuh menyembuhkan pasien corona.

Penelitian tersebut mengungkap bahwa vitamin D mampu mengurangi infeksi para pasien corona. Bahkan, vitamin D juga mampu mengurangi risiko komplikasi dari virus tersebut.

Sumber utama vitamin D adalah sinar matahari. Selain itu, vitamin D terkandung dalam sejumlah makanan seperti ikan salmon, ikan tuna, ikan sarden dan kuning telur. Untuk itu, penting bagi kita untuk mengonsumsi vitamin D.

Adapun dosis vitamin D setiap orang berbeda-beda tergantung usia mereka. Untuk anak usia 1 tahun kebawah memerlukan 400 IU/hari. Kemudian untuk usia 1-70 tahun memerlukan 600 IU/hari. Selanjutnya, untuk usia 70 tahun ke atas butuh 800 IU/hari.

Ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi vitamin D.