Kontak Senjata dengan TNI-Polri, Satu Anggota KKB Tewas
beritapapua.id - Kelompok Kriminal Bersenjata dan senjata lengkapanya (2018). (foto: istimewa)

Seorang anggota KKB tewas dalam kontak senjata dengan prajurit TNI di Kiwirok Pegunungan Bintang. Pelaku ini merupakan komandan operasi batalyon III Meme.

Dandim 1715/Yahukimo, Letkol Inf Cristian Irreuw, membenarkan adanya korban dari kelompok kriminal bersenjata. Namun dia memastikan tidak korban dari prajurit TNI, hanya luka-luka.

“Berita yang beredar di media sosial tentang empat prajurit meninggal saat baku tembak dengan KKB tidak benar atau hoaks,” kata Letkol Cristian saat dikonfirmasi, Kamis (16/9/2021).

Dia mengakui memang ada satu prajurit yang terluka di bagian lengan kanannya, namun kondisinya stabil. Dari laporan yang diterima terungkap dari kelompok kriminal bersenjata ada satu yang meninggal dan dua lainnya terluka.

Korban meninggal dari KKB yakni Elly Bidana (35) yang dalam struktur KKB menjabat sebagai komandan operasi batalyon III Meme. Dia tewas dalam baku tembak dengan aparat keamanan pada Senin itu.

Menurut Dandim, saat ini situasi keamanan di Kiwirok relatif aman namun anggota seluruhnya bersiaga. Untuk itu masyarakat tidak perlu khawatir karena saat ini memang aparat keamanan akan terus bersiaga.

Baca Juga: Jelang PON, Pemkot Jayapura Optimis Jumlah Vaksinasi Mencapai 80%

“Aparat keamanan juga berupaya mengamankan warga sipil termasuk yang terluka,” ujarnya.

Sebelumnya, KKB pimpinan Lamek Taplo selain melakukan kontak tembak dengan aparat keamanan juga menyerang warga sipil termasuk tenaga kesehatan yang saat insiden tersebut sedang melayani masyarakat.

Kronologi Terjadi Baku Tembak

Baku tembak berawal saat personel Pos Tinjau Pamtas melihat sembilan anggota KKB Ngalum Kupel.

Anggota KKB tersebut membawa 2 pucuk senjata SS1 dengan jarak kurang lebih 300 meter dari pos tinjau. Dari pengamatan personel TNI, anggota KKB tersebut memantau dan memonitor pos tinjau.

Situsi tersebut kemudian dilaporkan ke Danpos Kiwirok Ledta Inf Adi Susanto. Danpos kemudian memerintahkan satu regu yang terdiri dari 10 otang melaksanakan patroli.

Patroli tersebut bertujuan untuk melakukan penyergapan kepada KKB Ngalum Kupel. Baku tembak pun terjadi sejak pukul 09.00 WIT.