Kontak Senjata Kembali Terjadi di Kiwirok, Satu Personel Brimob Tewas
beritapapua.id - Dokumentasi prajurit TNI AD menggotong tenaga kesehatan korban penyerangan gerombolan bersenjata usai dievakuasi menggunakan helikopter TNI AD di Lapangan Frans Kaisepo, Markas Kodam XVII/Cenderawasih, Jayapura, Papua, Jumat (17/9/2021). (foto: Antara)

Kontak senjata antara kelompok kriminal bersenjata (KKB) dengan aparat TNI-Polri kembali terjadi di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua, pada Minggu (26/09/21) kemarin.

Akibat dari kontak senjata tersebut salah seorang anggota Korps Brigade Mobil (Brimob) Kelapa Dua bernama Bharada Muhammad Kurniadi meninggal dunia akibat terkena tembakan.

“Iya benar (Anggota Brimob meninggal dalam kontak senjata),” kata Kepala Operasi Nemangkawi, Brigjen Ramdani Hidayat.

Ramdani mengatakan bahwa pihaknya berhasil melakukan evakuasi terhadap jenazah Kurniadi dan saat ini berada di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polri pasca gugur dalam kontak senjata.

“Sudah kami evakuasi, sekarang sudah di RS Polri Jayapura. Sore nanti kami terbangkan menuju Medan karena Rumah Duka di Aceh Tamiang,” jelasnya.

Menurut keterangan resmi Satgas Nemangkawi, kejadian berawal dari suara tembakan dari depan Polsek Kiwirok sekitar pukul 4.50 WIT. Kemudian petugas yang tengah berjaga menyambangi ke arah sumber suara.

Baca Juga: Kirab Api PON XX Resmi Dilepas Untuk Berkeliling Tanah Papua

Bharatu Muhammad Kurniadi yang saat ini ikut dan ingin membuka jalan menuju ke arah sumber suara terkena tembakan. Tembakan yang mengarah ke Kurniadi mengenai arteri ketiak kanannya.

Setelah tertembak, tim yang bertugas segera melindungi korban dan melakukan evakuasi untuk perawatan medis lebih lanjut. Namun, usaha tersebut tak berhasil dan Kurniadi meninggal dunia.

TPNPB-OPM Mengklaim Bertanggung Jawab

Sementara itu, Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengklaim bahwa pihaknya bertanggung jawab atas tertembaknya salah satu personel yang gugur tersebut. Dia menyatakan bahwa tidak ada korban tewas atau terluka pihak TPNPB-OPM selama kontak senjata.

Sebelumnya, Satgas Nemangkawi yang merupakan operasi gabungan TNI-Polri telah mengevakuasi sejumlah warga pasca serangan KKB di Kiwirok dalam beberapa waktu terakhir.

Proses evakuasi tersebut terjadi pada, Sabtu (25/09/21) dan terbagi menjadi 2 kloter terbang. Dari kloter pertama Satgas Nemangkawi berhasil mengevakuasi 11 warga, terdiri dari 3 anak-anak dan 8 warga dewasa. Sementara, kloter kedua terdiri dari 6 warga laki-laki.

Selanjutnya warga yang tiba di tempat pengungsian akan segera langsung diantar ke Polres Pegunungan Bintang. Hal ini untuk memastikan kondisi dan melakukan pemeriksaan kesehatan warga tersebut.

Selain itu, warga juga mendapatkan bantuan kesehatan berupa bahan makanan dan juga trauma healing. Ini agar membuat kondisi warga lebih tenang dan memberikan rasa aman.