Kontroversi Ahok Bongkar Borok Pertamina
Beritapapua.id - Kontroversi Ahok Bongkar Borok Pertamina - Detik

Kontroversi Ahok Bongkar Borok Pertamina – Basuki Tjahaja Purnama atau alias Ahok kembali membuat kontroversi setelah videonya yang berisi narasi yang membuka borok Pertamina beredar luas pada berbagai media sosial.

Ahok saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina, yang mempunyai tugas untuk melakukan pengawasan terhadap Pertamina.

Dalam videonya, Ahok mengungkapkan beberapa poin kritik kepada Pertamina. Yang pertama, Ahok menyoroti pergantian direksi maupun direktur Pertamina, yang menurutnya terjadi tanpa sepengetahuan dirinya. Ahok menyesalkan banyak direksi yang langsung melakukan lobi ke Kementerian untuk mendapatkan jabatan tertentu. Bahkan Ahok mengungkapkan bahwa beberapa komisaris dalam banyak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan titipan dari Kementerian.

Ahok juga mengungkapkan masalah manipulasi gaji yang terjadi di Pertamina. Ia menyayangkan banyak terjadi praktik manipulasi gaji pokok Pertamin. Sehingga karyawan yang sudah dicopot dari jabatannya pun masih tetap menerima gaji yang sama.

“Orang dicopot dari jabatan direktur utama anak perusahaan, misal gaji Rp 100 juta lebih masa dicopot gaji masih sama, alasannya dia sudah orang lama harusnya gaji mengikuti jabatan anda,” katanya.

Tidak sampai disitu, Ahok pun memberikan saran kepada Presiden Jokowi untuk membubarkan Kementerian BUMN. Ahok menyarankan agar Indonesia mengganti Kementerian BUMN dengan “Indonesia Incorporation”, yang menurutnya semacam Temasek di Singapura.  Ia juga meminta Jokowi untuk bisa merealisasikan hal ini sebelum beliau turun dari kursi Presiden.

Baca Juga: Pembangunan Istora Papua Hampir Rampung

Kritikan Terhadap Ahok

Pengamat BUMN, yang juga mantan sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, menilai Ahok sebagai biang kegaduhan karena telah membuka aib Pertamina. Said mengatakan bahwa apa yang Ahok ucapkan memang merupakan tugasnya sebagai Komisaris. Namun ucapannya tersebut juga menandakan kegagalan Ahok dalam melaksanakan tugasnya.

Lain hal dengan Anggota Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, yang justru meminta Jokowi agar segera memecat Ahok. Andre menilai pernyataan Ahok hanya membuat gaduh. Andre mengatakan bahwa Ahok seharusnya dapat menyelesaikan masalah-masalah tersebut dalam internal Pertamina dan juga Kementerian BUMN. Menurut Andre, pernyataan Ahok hanya membuat citra Pertamina akan menjadi negatif di mata publik.