Kopi di Lembah Grime: Dari Jember, Tumbuh di Papua
Beritapapua.id - Kopi di Lembah Grime: Dari Jember, Tumbuh di Papua - Tempo

Kopi di Lembah Grime: Dari Jember, Tumbuh di Papua –  Tahukah Anda tentang Lembah Grime di Kabupaten Jayapura? Ia adalah salah satu wilayah Papua yang terkenal dengan produksi kopi robustanya. Papua memang terkenal dengan produk kopinya. Tak hanya arabika, robusta yang merupakan biji kopi kualitas nomor dua juga tumbuh subur.

Uniknya, Lembah Grime bukanlah wilayah yang subur. Lembah Grime memiliki topografi yang bergelombang sampai berbukit pada elevasi 20 – 100 m dpl. Selain itu, tanahnya sangat masam tingkat kesuburannya rendah. Tak hanya bercocok tanam yang sulit, akses pun terbatas.

Potensi alam Lembah Grime pertama kali dilirik oleh pemerintahan Belanda. Melihat dataran rendah Lembah Grime itu, pemerintah Belanda mendatangkan kopi robusta dari Jember.

“Melihat kondisi ini, pemerintah Belanda waktu itu, menilai sangat cocok untuk lahan budi daya kopi. Berdasarkan keletakannya yang berada di dataran rendah, kemudian Belanda mendatangkan bibit kopi robusta dari Jember, Jawa Timur pada 1959,” ujar arkeolog Hari Suroto, dikutip dari tempo.co.

Pemerintah Belanda menanam kopi ini lantaran tertarik dengan hijaunya Lembah Grime. Dengan teknik kebun semihutan (agroforesty), pemerintah Belanda berhasil membudidayakan kopi di Lembah Grime. Uniknya, sempat memiliki tanah yang tidak subur, kopi Jember justru dapat tumbuh subur. Bahkan, warga lokal cukup membiarkannya tanpa perawatan khusus.

Baca Juga: Bareskrim: Ada Unsur Pidana Dalam Kebakaran Kejagung

Masyarakat Papua Gemar Menanam

Kopi di Lembah Grime: Dari Jember, Tumbuh di Papua
Beritapapua.id – Kopi di Lembah Grime: Dari Jember, Tumbuh di Papua – Liputan6

Salah satu kegemaran masyarakat Papua adalah bercocok tanam. Hari Suroto menyebut, hal ini biasa dilakukan untuk menandai wilayah. Sudah menjadi kebiasaan mereka untuk membiarkan tanaman tumbuh alami.

“Masyarakat Papua sangat senang menanam apa saja termasuk kopi robusta. Dalam budaya setempat, hal ini dilakukan untuk menandai wilayah. Umumnya setelah ditanam akan ditinggal begitu saja tanpa perawatan dan mereka baru akan kembali setelah ada hasil untuk dipanen,” kata Hari Suroto.

Keunikan kopi robusta Lembah Grime adalah rasanya yang bercampur dengan dark chocolate. Rasa ini merupakan hasil dari penanaman biji kopi yang berdekatan dengan pohon kokoa.

Hingga kini, bertani kopi menjadi pekerjaan turun-temurun. Petani kopi terus mewarisi hingga generasi muda saat ini. Namun sayangnya, produksi kopi Lembah Grime pasang surut. Hal ini karena kurangnya perhatian pemerintah serta kesadaran masyarakat yang minim untuk menanam kembali.

Menurut Hari, perlu ada pendampingan ihwal peremajaan kebun kopi modern. Hal ini karena adanya perubahan pola dalam perkebunan kopi.

“Lantaran itulah, petani kopi robusta harus diberikan pendampingan. Perkebunan kopi robusta di Lembah Grime tidak dapat menghasilkan panen yang optimal,” jelasnya.