Kopi Papua yang Kaya Rasa
Kopi Papua yang Kaya Rasa

Pesona Indonesia Timur memang selalu menjadi perbincangan hangat di mata para penikmat alam. Kekayaan alam dan keelokan budaya yang berlimpah menjadikan Indonesia Timur sebagai sebuah surga yang nyata. Kekayaan alam yang melimpah tak hanya bisa kita temukan di atas permukaan tanah, di kedalaman laut, namun juga di dalam tanah yang subur dengan kandungan yang dapat mempengaruhi rasa sebuah tanaman. Kopi Papua menjadi salah satu yang sangat terkenal dengan keberagaman jenis kopi arabikanya yang sungguh sangat istimewa.

Baca Juga: Tilang Elektronik Pengendara Motor Mulai Berlaku 1 Februari 2020

Keunikan Kopi Papua

Indonesia merupakan negara ketiga penghasil kopi terbesar di dunia. Keunikan rasa dari kopi Papua sangat dipengaruhi oleh banyak faktor. Kopi di Indonesia pada umumnya terbagi menjadi dua jenis yaitu arabika dan robusta. Arabika sendiri tumbuh pada dataran tinggi dengan ketinggian di atas 1000 mdpl, sedangkan robusta, tumbuh pada ketinggian yang lebih rendah, yakni kurang dari 1000 mdpl. Dari segi rasa untuk arabika dan robusta pun sangat berbeda. Robusta memiliki ciri khas rasa yang pahit, sedangkan arabika memiliki rasa yang lebih kaya dan unik.

Keunikan dari kopi pada umumnya sangat dipengaruhi oleh banyak hal. Kandungan mineral yang kaya di Papua menjadikan tanah Papua memiliki karakteristik yang sangat unik. Hal tersebut mempengaruhi rasa kopi yang tumbuh di atas tanah subur tersebut. Proses pemetikan dengan memilih biji merah atau sering dikenal dengan proses petik merah, kemudian paska panen, roasting, hingga penyeduhan juga akan mempengaruhi keunikan cita rasa kopi ini.

Kondisi geografis Papua yang terdiri dari dataran tinggi, perbukitan, dan pegunungan menjadi sebuah tambahan yang menjadikan kopi Papua sangat terkenal dan memiliki ciri khas. Salah satu jenis kopi Indonesia yang terkenal dari Papua adalah kopi Arabika Baliem atau Kopi Wamena. Di Papua sendiri terdapat beberapa daerah yang cocok untuk tanaman kopi dan sudah dikembangkan sejak jaman Belanda. Kopi Wamena misalnya, merupakan kumpulan dari kopi-kopi jenis arabika yang tersebar di daerah lembah Baliem. Makanya di kenal dengan nama Arabika Baliem yang bisa saja kopinya berasal dari daerah Tolikara, Lanijaya, Intan Jaya sampai ke Mamberamo tengah.