Korban berita Hoaks, Pemulung Dikerumuni Massa Dan Ditampar
beritapapua.id - Korban berita Hoaks, Pemulung Dikerumuni Massa Dan Ditampar - sosok.grid.id

Seorang pemulung menjadi korban dari beredarnya berita hoaks yang terjadi di Kampung Sawah Brebes, Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung. Pemulung itu bernama Ibu Irawati yang merupakan warga Puncak Sekuning, Kecamatan Ilir Barat 2, Kota Palembang.

Ibu Irawati hanya bisa pasrah ketika massa mengerumuni dirinya dan menuduh beliau sebagai komplotan penculikan anak yang awalnya dituduhkan oleh seorang warga bernama Gita Mandasari. Didalam video yang tersebar di media sosial ia juga mendapatkan intimidasi oleh massa.

Beliau juga dalam video tersebut terlihat ditampar oleh Gita Mandasari. Setelah dilerai oleh warga setempat akhirnya ada polisi yang menangani kasus tersebut. Selanjutnya Ibu Irawati yang merupakan korban berita hoaks dibawa ke Polsek Tanjungkarang Timur, dan untuk ditangani lebih lanjut perihal kasusnya tersebut.

Dalam dugaanya Ibu Irawati mengatakan “untuk apa saya menculik anak orang, hidup saya sendiri saja susah” sebagai bantahannya. Ia juga sempat menolak agar karungnya tidak dibuka untuk diperiksa oleh warga, karena didalam karung tersebut terdapat pakaian dalam, alat masak, dan barang rongsokan dari memungut sampah.

Tuduhan  warga sempat makin menjadi setelah warga memaksa memeriksa karung milik Ibu Irawati ditemukan pula pisau, dan palu. Ibu Irawati menjelaskan bahwa hal itu bukan senjata untuk mengancam orang. Pisau ia gunakan karena setiap ia memulung atau mengemis dipasar, pedagang sering memberi ia sayur, buah, dan ikan, sehingga digunakan untuk memotong dan membersihkan pemberian yang ia dapat dari pedagang pasar, dan palu yang dibawa beliau menurutnya hasil dari apa yang ia ambil memulung.

Ibu Irawati sekarang berada dirumah seseorang yang mengaku sebagai mantan majikan Ibu Irawati beberapa tahun silam sebelum dikembalikan kepada keluarganya. Dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, tuduhan yang ditujukan ke Ibu Irawati tidak terbukti. Gita Mandasari yang sempat menampar Ibu Irawati dan menuduh beliau sebagai penculik sudah meminta maaf di Polsek Tanjungkarang Timur.

Baca Juga: Rapat Kerja Keluarga Mahasiswa UNIPA, Membahas Manokwari Bersih

Jangan Main Hakim Sendiri

Dari kejadian tersebut bisa kita simpulkan untuk tidak main hakim sendiri, dan terburu-buru menuduh seseorang sebagai pelaku tindak kriminalitas. Dalam Persepektif hukum ada yang namanya Praduga Tak Bersalah, artinya sebelum adanya putusan hakim yang berkekuatan hukum tetap, maka orang yang dianggap melakukan tindak pidana tidak boleh dicap sebagai terpidana.

Dan bagi mereka yang melakukan main hakim sendiri maka harus siap untuk dikenakan Pasal 170 KUHP tentang Kekerasan dan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. Selain itu sebagai warga negara yang hidup pada era kemajuan informasi, dan digitalisasi seharusnya bijak dalam menggunakan informasi. Jika tidak, maka bisa saja dijerat Pasal 45A ayat (1) Undang-Undang 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Untuk itu lebih baik jika ada tuduhan-tuduhan atau kejadian ganjil maka lebih baik untuk melaporkan pada pihak berwajib setempat.