Korban Pantulan Peluru Tembakan Polisi di Jayapura Kini Mulai Membaik
beritapapua.id - ilustrasi penembakan. (foto : istimewa)

Kondisi warga yang terkena tembakan Polisi di Kabupaten Jayapura, Papua, mulai membaik. Korban yang hanya mengalami cidera di bagian kepala akibat rekoset peluru. Selain itu tidak ada luka serius lainnya yang korban dapatkan akibat insiden yang ia alami sebelumnya.

Korban Fredik Sem – sebelumnya Ftits Sem (22), warga Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura, sudah berangsur membaik. Dia sempat pingsan ketika terkena pantulan peluru lantaran sedang dalam kondisi mabuk.

Pemuda tersebut sempat tak sadarkan diri, sehingga langsung dilarikan ke rumah sakit. Ketika itulah beredar kabar dan berita bohong jika korban meninggal dunia akibat tembakan salah seorang anggota Polisi di Jayapura. Informasi hoaks tersebut menyulut emosi keluarga dan massa sekitar.

Kabar bohong ini pun yang tersiar ini mengakibatkan terjadinya pembakaran kantor Polsek Nimboran Jayapura. Ketika terjadi penyerangan tersebut nyatanya korban sudah mendapat penanganan medis di RS Bhayangkara Jayapura.

“Informasi bahwa korban meninggal dunia adalah informasi atau berita hoax. Saya pastikan, saya sudah masuk dan menjenguk Fredrik Sem dalam kondisi stabil,” kata Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey, di Kota Jayapura, Papua, Rabu (04/08/2021).

Kronologi Penembakan Terjadinya Pantulan Peluru

Kronologi penembakan ini berawal saat ada sekelompok warga yang sedang mabuk minuman keras (miras) memalang jalan. Kemudian ada warga yang melaporkan kejadian tersebut ke Polesek Nimboran. Sesaat setelahnya Anggota Polsek Nimboran kemudian mendatangi TKP membubarkan massa sekaligus meminta mereka membuka palang.

Baca Juga : Disdukcapil Merauke Layani Warga Secara Gratis!

Namun Fredik Sam malah nekat menyerang anggota Polisi Nimboran Jayapura dengan linggis. Seorang anggota Bripka PY lantas melepaskan tembakan peringatan ke arah bawah untuk menggertak pemuda tersebut, namun peluru memantul dan mengenai kepalanya.

Direskrimum Polda Papua, Kombes Pol Faisal Ramdhani mengatakan, korban terkena rekoset peluru lalu pingsan. Ambruknya Fredik ini diduga karena yang bersangkutan sedang dalam kondisi mabuk.

“Korban hanya terserempet peluru di bagian kepala, karena dia mabuk makanya langsung pingsan,” ujar Faisal.

Sebelumnya Kapolda Papua memerintahkan Kapolres Jayapura untuk memberantas minuman keras (miras) yang menjadi sumber penyakit masyarakat. Efek dari mabuk itu menyebabkan gangguan kamtibmas, seperti pembakaran polsek.