Korupsi Pembangunan Gereja di Papua
Beritapapua.id - Korupsi Pembangunan Gereja di Papua - Tempo

Korupsi Pembangunan Gereja di Papua – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini sedang mengusut kasus dugaan korupsi terkait pembangunan Gereja King Mile 32, di Kabupaten Mimika, Papua, pada tahun anggaran 2015.

“Bahwa benar saat ini KPK sedang melakukan penyidikan atas dugaan tindak pidana korupsi. Terkait proyek pembangunan Gereja Kingmi Mile 32 Tahap 1 tahun anggaran 2015 di Kabupaten Mimika Provinsi Papua,” kata Plt Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri di Jakarta, Rabu (4/11).

Namun KPK sendiri belum bisa mengumumkan tersangka dalam kasus ini. Ali mengatakan bahwa saat ini KPK sedang mengumpulkan bukti terkait dugaan korupsi tersebut termasuk melakukan pemeriksaan saksi.

“Kami saat ini belum dapat menyampaikan detail pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Karena sebagaimana telah kami sampaikan bahwa kebijakan Pimpinan KPK terkait ini adalah pengumuman tersangka akan dilakukan saat upaya paksa penangkapan atau penahanan telah dilakukan,” kata Ali.

Ia pun memastikan bahwa KPK akan transparan dalam mengungkap perkembangan kasus ini ke publik.

“Setiap perkembangan perkara ini pasti akan kami sampaikan kepada publik secara transparan dan akuntabel sebagaimana amanat UU KPK,” katanya.

Baca Juga: Pemkot Jayapura Diminta Memperketat Protokol Kesehatan

Pembangunan Gereja King Mile 32 Menggantung

Sebelumnya, pembangunan Gereja King Mile 32 sudah menggantung dari tahun 2017. Belum adanya kelanjutan pembangunan oleh PT Waringin dan PT  Kuala Papua Persada Nusantara (KPPN) selaku kontraktor yang menangi mega proyek rumah ibadah berlantai tiga tersebut.

Dikarenakan tidak dialokasikannya dana yang telah dianggaran selama dua tahun, melalui APBD induk tahun 2017 dan 2018. Dana untuk pembangunan gereja yang sebesar Rp 50 miliar ini, tidak disalurkan kepada kontraktor melainkan dikembalikan ke kas daerah.

Adapun hingga saat ini, pembangunan gereja tersebut baru mencapai 50 sampai 60 persen. Dengan tahap pertama pembangunannya tahun 2015 menghabiskan anggaran Rp46 miliar. Dan tahap kedua tahun 2016 menghabiskan anggaran Rp65 miliar, sehingga totalnya menjadi Rp 111 miliar.

Pada 2019 silam, Marthen Sawi selaku Kepala Bagian (Kabag) Kesejerahteran Rakyat (Kesra) Setda Mimika mengatakan akan mengusulkan kembali anggaran untuk pembangunan gereja ini pada APBD 2019. Namun, anggota DPRD Timika, Elminus B Mom mengatakan bahwa DPRD Timika tidak akan mengakomodir anggaran untuk lanjutan pembangunan gereja tersebut.