Koruptor, Maling Uang Rakyat Masih Dimanjakan di Penjara
Setya Novanto dan Najwa Shihab (foto : istimewa)

Masih ingat salah satu episode Mata Najwa yang membongkar kemewahan bilik penjara koruptor? Episode yang diberi judul ‘Pura-Pura Penjara’ itu mendapatkan banyak sekali tanggapan, ketika ditayangkan pada tahun 2018.

Najwa Shihab terlihat merekam sejumlah fasilitas mewah yang dinikmati oleh para narapidana korupsi, antara lain Luthfi Hasan Ishak dari PKS dan Setya Novanto dari Partai Golkar.

Fenomena bilik mewah narapidana memang bukan sesuatu yang baru. Dahulu Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto yang mendekam karena pembunuhan hakim agung pun mendapat fasilitas yang sangat mentereng.

Hal ini terbongkar ketika Komisi III DPR melakukan kunjungan ke LP Cipinang secara mendadak pada tahun 2002. J.E Sahetapy, salah satu anggota Komisi III DPR-RI mengatakan bahwa sel yang dihuni Tommy tak lebih dari sebuah kontrakan mewah.

Kamar yang terdiri dari bilik ruang tamu, kamar tidur dan WC itu dilengkapi dengan AC dan Televisi serta pantry yang penuh dengan kontainer makanan siap saji.

Eksklusivitas Tahanan Koruptor

Pembedaan kasta narapidana ini terutama sangat terlihat terhadap perlakuan yang diterima oleh narapidana koruptor.

Hingga kini, narapidana koruptor, selnya terpisahkan dengan mereka yang dilembagakan karena kejahatan lainnya.

Baca Juga : Manfaat Teh Daun Sukun Mampu Sembuhkan Berbagai Penyakit

Bahkan, di Cipinang, terdapat rumah tahanan khusus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), yang dibangun di dalam kompleks. Rumah tahanan yang diresmikan pada 27 April 2010 tersebut, menurut Patrialis Akbar (Menteri Hukum dan HAM saat itu –red) sebagai bentuk apresiasi atas latar belakang para narapidana Tipikor.

Patrialis yang juga duduk sebagai pesakitan korupsi pada tahun 2017 mengungkapkan bahwa mereka yang menjadi narapidana Tipikor tidak mungkin disamakan dengan narapidana yang lain.

Bahwa para narapidana Tipikor, mempunyai latar belakang dan pendidikan yang lebih dari pada narapidana yang lainnya.

“Jelas kita tidak bisa menempatkan para koruptor ini dengan pembunuh, pencuri ataupun pencoleng, mereka ini ada yang profesor, doktor, bekas menteri yang pernah berjasa.” ungkap Patrialis seperti yang kami lansir dari BBC.com.

Kejahatan Tipikor Kategori Extra Ordinary Crime

Padahal, Tipikor merupakan kejahatan yang dikategorikan sebagai extra ordinary crime – kejahatan luar biasa. Hal ini dikategorikan dalam Undang-Undang No.30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK).

Bukan hanya kejahatan yang merugikan uang negara, namun Tipikor merupakan kejahatan yang memberikan dampak pada keseluruhan pembangunan. Efek domino yang timbul adalah hingga masalah kemiskinan yang terjadi.

Bayangkan, seorang narapidana yang menestapakan jutaan warga Indonesia, diperlakukan bak pahlawan yang butuh fasilitas khusus di dalam lembaga permasyarakatan. Ini merupakan sebuah bentuk diskriminasi, dengan memperlakukan mereka sebagai kaum yang tetap eksklusif.

Undang No.30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK).

Bukan hanya kejahatan yang merugikan uang negara, namun Tipikor merupakan kejahatan yang memberikan dampak pada keseluruhan pembangunan. Efek domino yang timbul adalah hingga masalah kemiskinan yang terjadi.

Bayangkan, seorang narapidana yang menestapakan jutaan warga Indonesia, diperlakukan bak pahlawan yang butuh fasilitas khusus di dalam lembaga permasyarakatan. Ini merupakan sebuah bentuk diskriminasi, dengan memperlakukan mereka sebagai kaum yang tetap eksklusif.