Kota Sorong Belum Bisa Deteksi Virus Varian Baru COVID-19
beritapapua.id - ilustrasi petugas covid-19 (foto : cnnindonesia)

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, menyatakan daerah tersebut belum bisa mendeteksi virus varian baru atau Varian Delta.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kota Sorong, Ruddy Rudolf Lakku, saat berapa di rapat koordinasi tentang surat edaran Gubernur di Sorong, Rabu (23/6/2021), menyatakan memang terdapat penambahan 29 kasus baru positif COVID-19 di Kota Sorong. Namun sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan apakah terdapat Varian Delta pada penambahan kasus tersebut.

“Dalam pekan ini ada tambahan 29 kasus baru positif COVID-19. Namun belum bisa dipastikan apakah ada Varian Delta, sebab pemeriksaan spesimen oleh tim medis hanya bisa mendeteksi pasien positif, belum punya kemampuan untuk mendeteksi varian baru tersebut,” ujarnya.

Ia mengatakan akan melakukan pemeriksaan terhadap spesimen atau sampel di laboratorium terlebih dahulu, agar bisa mengetahui apakah Varian Delta sudak masuk ke dalam Kota Sorong atau belum. Dan spesimen atau sampel ini akan dikirimkan ke Laboratorium yang berada di Makassar.

“Sesuai informasi, pemeriksaan spesimen untuk mengetahui Varian Delta, laboratorium yang paling terdekat adalah Laboratorium Makassar,” ujarnya.

Virus COVID-19 Varian Baru Delta Lebih Berbahaya

Ia menjelaskan bahwa Varian Delta lebih berbahaya karena penyebarannya begitu cepat bila dibandingkan dengan varian sebelumnya, sehingga harus diwaspadai.

Selain itu, ia menjelaskan Varian Delta ini juga bisa menyerang anak-anak. Padahal varian yang sebelumnya jarang sekalin menyerang anak-anak.

Baca Juga : Potensi Sagu Yang Melimpah, Masyarakat Yoboi Kesulitan Mengolahnya

“Varian sebelumnya jarang menyerang anak-anak, sebab mereka punya daya tahan tubuh yang kuat. Tetapi Varian Delta sudah menyerang anak-anak di bawah 18 tahun,” ujarnya.

Karena itu dia berharap masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dan hilangkan pandangan bahwa virus corona sudah tidak ada. Hasil pemeriksaan laboratorium masih ada masyarakat yang terkonfirmasi positif COVID-19, menunjukkan bahwa virus masih ada.

Selain mematuhi protokol kesehatan ia juga berpesan untuk tetap menerapkan pola hidup sehat agar bisa terhindar dari virus varian baru.

“Penanganan dan pencegahan penyebaran virus corona adalah tanggung jawab bersama. Rajin cuci tangan, selalu gunakan masker, serta menerapkan pola hidup sehat demi melindungi diri dan keluarga,” ujar dia.