Kota Terdingin Indonesia Ada di Papua
Kota Terdingin Indonesia Ada di Papua

Apa yang terlintas dalam benak Anda ketika mendengar sebutan Kota Terdingin Indonesia? Mungkin, sebagian Anda akan membayangkan sejumlah kota pada Pulau Jawa. Sebutlah Kota Malang atau bahkan Lembang, Bandung.

Namun, tahukah Anda? Kota Terdingin Indonesia bukan berada pada bagian Barat Indonesia. Melainkan berada pada wilayah Timur, tepatnya Papua.

Tentu ini menjadi sebuah fakta yang cukup membingungkan. Bukankah Papua juga terkenal dengan mataharinya yang terik?

Itulah keunikan Papua. Ribuan bahkan jutaan keragaman hayati tersimpan pada negeri Cenderawasih itu. Berbagai macam kearifan lokal menyatu dengan masyarakatnya. Bahkan, keajaiban pun ada padanya. Sebutlah salju abadi yang ada pada puncak Gunung Jayawijaya.

Kota Terdingin Indonesia

Atas keajaiban kontur Papua, tak menutup kemungkinan adanya Kota Terdingin Indonesia, yakni Kota Mulia.

Pernahkah Anda mendengar nama tersebut? Kota Mulia terletak pada Kabupaten Puncak Jaya, dengan ketinggian 2.448 meter di atas permukaan laut. Pegunungan Jayawijaya mengelilingi kota tersebut, membuatnya sebagai kota yang sangat dingin.

Kota dengan Curah Hujan Sepanjang Tahun

Baca juga: Bagaimana Hukum Laki-laki Gondrong dalam Islam?

Selain letaknya yang dekat dengan puncak tertinggi Indonesia, ada hal lain yang membuat kota ini begitu dingin. Salah satunya adalah curah hujan yang terjadi sepanjang tahun.

Pada siang hari, suhu Kota Mulia dapat mencapai 15 derajat celcius. Bahkan, pada malam hari suhunya dapat mencapai 9 derajat celcius. Atas suhu tersebut, kota ini mendapat predikat sebagai kota terdingin.

Menariknya, sebagian besar masyarakat Kota Mulia masih tinggal dengan rumah tradisional. Hal ini karena rumah adat mereka, honai, memiliki struktur yang mampu menjaga kehangatan udara dalam rumah.

Honai, berbentuk setengah lingkaran memang berfungsi sebagai penghangat ruangan. Terlebih, honai tidak memiliki jendela sehingga udara sulit untuk masuk.

Kemudian, ada pula sejumlah gedung yang terbuat dari semen. Biasanya, gedung-gedung ini khusus untuk fasilitas kota atau perangkat pemerintahan seperti gedung kantor.

Terdapat dua jalur untuk dapat menyambangi Kota Mulia, yakni darat dan udara. Kota Mulia memiliki bandara kecil untuk pesawat jenis caravan dengan muatan 9 orang saja. Biasanya, penerbangan ke Kota Mulia dapat melalui Kota Jayapura dengan waktu tempuh satu jam.

Sedangkan jalur darat merupakan jalur yang berat. Pelancong harus melewati jalan berbatu dan jurang. Perjalanan dari Kota Jayapura ke Kota Mulia memakan waktu 16 jam.

Namun demikian, kota ini termasuk sebagai wilayah konflik. Kerap terjadi bentrok antar warga yang membuat keamanan wilayah ini rentan.

Untuk mengurangi hal tersebut, mereka memberlakukan jam malam bagi masyarakat. Tidak ada kegiatan yang boleh masyarakat lakukan di atas jam 5.