KPK Dalami Pertemuan Harun Masiku dengan KPU
beritapapua.id - KPK Dalami Pertemuan Harun Masiku dengan KPU - Jawa Pos

KPK Dalami Pertemuan Harun Masiku dengan KPU – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku akan mendalami pertemuan tersangka kasus dugaan suap pergantian antar-waktu (PAW) anggota DPR dari Fraksi PDIP Harun Masiku dengan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman. Dalam salah satu pertemuan tersebut Harun Masiku disebut membawa foto Megawati Soekarnoputri. Arief mengaku tidak menganggap penting soal foto tersebut karena bukan dokumen resmi.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, mengatakan bahwa fakta persidangan tersebut nantinya akan dituangkan kedalam surat tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). “Pada prinsipnya semua fakta-fakta persidangan saat ini tentu akan didalami oleh JPU, termasuk ketika nanti pada persidangan dengan terdakwa berikutnya. Fakta-fakta tersebut akan dituangkan dalam surat tuntutan JPU,” kata Ali kepada wartawan.

Maksud Kedatangan Harun Menemui Arief Budiman

Harun dikatakan membawa foto Megawati Soekarnoputri saat menemui Arief Budiman. Kedatangan tersebut bermaksud untuk meminta KPU menetapkan dirinya sebagai anggota DPR mengantikan Nazaruddin Kiemas yang meninggal dunia.

“Harun bawa putusan MA dan foto antara Harun Masiku dengan Megawati Soekarnoputri dan Mahkamah Agung apa pendapat saudara?” Tanya hakim Panji kepada Arief yang menjadi saksi dalam sidang Saeful Bahri terdakwa kasus suap PAW anggota DPR di Pengadilan Tipikor dilansir dari detik.com.

“Saya tidak menilai apapun, saya pikir itu bukan dokumen resmi, bukan dokumen formal yang dimasukkan ke kantor saya. Jadi dia datang sambil menunjukkan berkas-berkas. Saya biasa saja, saya tidak mendokumentasikan sebagai surat resmi masuk” Jawab Ketua KPU Arief Budiman.

Dalam Persidangan Saeful Bahri majelis hakim bertanya “tidak terpengaruh ada foto dengan siapapun” kepada arief yang langsung dijawab “tidak”. Arief menyebut Harun memang membawa sejumlah dokumen saat menemuinya. Namun, ia mengatakan dokumen yang dibawa itu merupakan inisiatif Harun Masiku sendiri.

Arief menuturkan bahwa Harun tiba-tiba datang untuk menemuinya tanpa membuat janji terlebih dahulu. Ia mengatakan siapapun bisa datang jika ingin bertemu dengannya. Dalam dakwaan Jaksa KPK mengungkapkan adanya pertemuan antara Ketua KPU Arief Budiman dengan tersangka suap PAW DPR Harun Masiku membahas agar permohonan PDIP terkait PAW anggota DPR tersebut bisa diakomodasi KPU.

Baca Juga: Minta Dibebaskan, Lapas Sorong Ricuh Hingga Bakar Fasilitas

Sekilas Permulaan Kasus Suap PAW

Sebelumnya Saeful Bahri menyuap Wahyu bersama dengan mantan anggota Badan Pengawas Pemilu Agustiani Tio Fidelina dan caleg PDIP Harun Masiku yang saat ini masih berstatus buron. Kasus suap ini bermula ketika caleg terpilih dari dapil 1 Sumatera Selatan Nazaruddin Kiemas meninggal dunia 26 Maret 2019. Kemudian Nazaruddin dicoret dari daftar calon tetap.

Sekitar Juli 2019, PDIP menggelar rapat pleno yang memutuskan bahwa Harun Masiku ditetapkan sebagai calon pengganti terpilih dan menerima pelimpahan suara dari Nazaruddin Kiemas. Namun, KPU menetapkan Riezky Aprilia sebagai pengganti Nazarudin sebagai anggota DPR, bukan Harun Masiku.

Atas keputusan rapat pleno DPP PDIP Hasto Kristiyanto selaku Sekjen PDIP meminta Donny Tri Istiqomah selaku penasihat hukum PDIP mengajukan surat permohonan ke KPU. Setelah itu, Harun Masiku menemui Saeful di Kantor Pusat DPP PDIP untuk meminta tolong Saeful agar dirinya dapat menggantikan Riezky Aprilia dengan cara apapun. Kemudian permintaan tersebut disanggupi oleh Saeful.